PERSAMA’AN NU DAN SYI’AH MENURUT GUSDUR DAN PARA TOKOH NU

PERSAMA’AN NU DAN SYI’AH MENURUT GUSDUR DAN PARA TOKOH NU
.
Mengapa banyak tokoh NU yang membela syi’ah dan mengapa kebanyakan yang masuk Syi’ah adalah warga NU ?
.
Dan juga mengapa NU dan Syi’ah sama-sama memusuhi dakwah Ahlus Sunnah yang mereka sebut Wahabi ?
.
Besarnya rasa permusuhan orang-orang NU dan Syi’ah kepada dakwah sunnah memang bisa dimaklumi, karena banyaknya persama’an antara NU dan Syi’ah. Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang NU dan Syi’ah sendiri ?
.
Cendekiawan muda NU, Zuhairi Misrawi dalam diskusi bertema “Islam Madani dan Islam Nusantara, Corak Islam Indonesia” yang di selenggarakan oleh Rumah Madani, IJABI (ormas syi’ah), di Kalibata, Kamis (27/11), mengatakan :
.
“Tidak bisa dipungkiri, tradisi NU dan Syiah itu sama, mulai dari maulid, ziarah, shalawatan, tahlilan, semuanya sama. Karenanya tak heran Gus Dur mengatakan, “NU itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah”. Merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menguatkan ukhuwah.
.
Akomodasi NU pada tradisi Syiah menunjukkan sunnatullah. Bahwa sesama Muslim itu harus saling belajar. Yang NU belajar dari Syiah, yang Syiah belajar dari NU. Nilai penting persama’an tradisi ini ya, NU harus sadar, bahwa tradisinya adalah tradisi (yang berasal dari) Syiah. Yang menarik, tradisinya (Syiah) diterima dengan baik oleh Islam Sunni (NU).
.
Itu kan Islami banget, sangat mencerminkan semangat persaudara’an. Jadi melalui kultur itu akan membangun persaudaraan antar Sunni dan Syiah. Kultur itu merupakan sesuatu yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Itu kan dalam tradisi keagama’an kita intinya menjaga kebersama’an dalam masyarakat, gotong-royong dalam hidup. Karena itulah agama punya peran menjaganya. Pungkas Zuhairi.
.
Persama’an NU dan Syi’ah juga di sebutkan oleh salah satu tokoh Nahdlatul Ulama yang pernah menjadi pengurus PBNU, KH. Masdar Farid Mas’udi atau lebih dikenal sebagai Masdar F. Mas’udi dalam acara komunitas Gusdurian pada 7 Februari 2014, sebagaimana dikutip dari Satuislam.org.
.
Menurut KH. Masdar Farid Mas’udi, Suni dan Syiah itu menemui titik temu dalam kalimat syahadat. Ia berpendapat bahwa Sunni dan Syi’ah lebih baik berkawan, bukan melebur menjadi satu. Masdar mengungkapkan bahwa keduanya memiliki persama’an tradisi, seperti tahlilan, maulid, ziarah kubur, shalawatan, tawassul, dan lainnya. Masdar mengafirmasi pernyataan Gus Dur bahwa NU adalah Syi’ah minus Imamah.
.
• TRADISI YANG SAMA-SAMA DI AMALKAN SYI’AH DAN NU
.
Diantara amalan yang sama-sama di amalkan NU dan Syi’ah adalah tradisi tahlilan. Dalam acara tahlilan dimulai dengan baca’an al-Fatihah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan arwah si mati. Amalan ini menjadi tradisi penganut Syiah dari zaman ke zaman. Dalam tahlilan juga dibacakan ayat 33 dari surah al-‘Ahzab yang diyakini oleh golongan Syiah sebagai bukti keturunan Ali dan Fatimah adalah maksum. Tahlilan di sebut juga kenduri arwah. Istilah “kenduri” jelas menunjuk kepada pengaruh Syiah, karena di ambil dari bahasa Persia yaitu “Kanduri”. Di Persia kanduri adalah acara makan-makan untuk memperingati Fatimah Az-Zahro’.
.
.
Sumber tulisan :
.
http://www.ahlulbaitindonesia.or.id/berita/zuhairi-misrawi-kesamaan-tradisi-satukan-nu-syiah/
.
http://m.kompasiana.com/waodezainabzilullah/gusdurian-gelar-dialog-titik-temu-sunni-syi-ah_55299dc66ea834d929552d1c
.
.
______________

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s