Category Archives: 28. Persama’an Nu dan Syi’ah

PERSAMA’AN NU DAN SYI’AH MENURUT CENDIKIAWAN MUDA NU

PERSAMA’AN NU DAN SYI’AH MENURUT CENDIKIAWAN MUDA NU

Cendekiawan muda NU, Zuhairi Misrawi dalam diskusi bertema “Islam Madani dan Islam Nusantara, Corak Islam Indonesia” yang di selenggarakan oleh Rumah Madani, IJABI, di Kalibata, Kamis (27/11), mengatakan,

Tidak bisa dipungkiri, tradisi NU dan Syiah itu sama, mulai dari maulid, ziarah, shalawatan, tahlilan, semuanya sama. Karenanya tak heran Gus Dur mengatakan, ‘NU itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah’. Hal ini menurut Zuhairi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menguatkan ukhuwah.

Akomodasi NU pada tradisi Syiah menunjukkan sunnatullah. Bahwa sesama Muslim itu harus saling belajar. Yang NU belajar dari Syiah, yang Syiah belajar dari NU.

Nilai penting persamaan tradisi ini ya, NU harus sadar, bahwa tradisinya adalah tradisi (yang berasal dari) Syiah. Yang menarik, tradisinya (Syiah) diterima dengan baik oleh Islam Sunni. Itu kan Islami banget, sangat mencerminkan semangat persaudara’an. Jadi melalui kultur itu akan membangun persaudaraan antar Sunni dan Syiah, tegas Zuhairi.

Kultur itu merupakan sesuatu yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Itu kan dalam tradisi keagamaan kita intinya menjaga kebersamaan dalam masyarakat, gotong-royong dalam hidup. Karena itulah agama punya peran menjaganya, pungkas Zuhairi.

http://www.ahlulbaitindonesia.or.id/berita/zuhairi-misrawi-kesamaan-tradisi-satukan-nu-syiah/

_____________________

Advertisements