Category Archives: 33. Tokoh NU merasa gerah dengan pelarangan peraya’an syi’ah

TOKOH NU MERASA GERAH DENGAN KEPUTUSAN WALIKOTA BOGOR YANG MELARANG KEGIATAN SYI’AH

.
TOKOH NU MERASA GERAH DENGAN KEPUTUSAN WALIKOTA BOGOR YANG MELARANG KEGIATAN SYI’AH
.
Ada apa sebenarnya dengan sikap tokoh NU yang merasa gerah dengan keputusan pelarangan kegiatan syi’ah di wilayah kotamadya Bogor yang di keluarkan oleh Walikota Bogor Bima Arya ?
.
Sebagai pemimpin, keputusan Walikota Bogor yang melarang peraya’an asyura yang akan di adakan oleh orang-orang syi’ah sebenarnya sudah tepat. Sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin menjaga stabilitas keamanan umat beragama di wilayahnya.
.
Namun ternyata keputusan yang di keluarkan oleh Walikota Bogor tersebut medapatkan kritikan dari tokoh Nu dan Ormas Ahlul Bait Indonesia (ABI), organisasinya orang-orang syi’ah.
.
Walikota Bogor mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300/1321-Kesbangpol yang berisi larangan terhadap “Perayaan Asyura (Hari Raya Kaum Syiah) di Kota Bogor”, Kamis (22/10) malam.
.
Surat edaran tersebut mengutip Keputusan MUI Kota Bogor tentang faham Syiah dan Surat Pernyataan “Ormas Islam di Kota Bogor” yang menolak segala bentuk kegiatan keagamaan Syiah di Kota Bogor. Surat tersebut tidak merincikan Ormas Islam mana saja yang mendesak aparat pemerintah. Namun hal itu terungkap dalam daftar peserta kehadiran rapat koordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor, yaitu: KH Adam Ibrahim (Ketum MUI Kota Bogor), H. Rahmat E. Sulaeman (Penasihat MUI), H. Hotib Malik (Direktur BAZ Kota Bogor), H. Zaelal Syukri (Ketua FKUB Kota Bogor), Kol. H. Mustaqim (anggota Komisi Pengawasan Aliran Sesat), H. Jejen H (Sekretarus MUI), Ustadz Dhani (KCR/DDII/Komisi 4 MUI), H.Ahmad Iman (Ketua FORKAMI) Ustadz Ari (FORKAMI), Ustadz Nur Sukma (Wakil ketua ANNAS Bogor), Ustadz Abu Ahmad (Komandan Laskar HASMI), dan lainnya. Dari itu dapat disimpulkan bahwa “Ormas Islam” yang dirujuk adalah Forum Komunikasi Muslim Indonesia (FORKAMI), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) dan Harakah Sunniyah Masyarakat Islami (HASMI).
.
• Di kritik oleh tokoh NU dan Ormas syi’ah
.
Surat keputusan yang di kelurkan Walikota Bogor ternyata mendapatkan kritikan dari tokoh Nu Ahmad Sahal.
.
Menurut Wakil Ketua PCI NU Amerika Serikat Akhmad Sahal, Surat yang ditandatangani oleh Walikota Bogor Bima Arya ini adalah suatu kemunduran dalam toleransi umat beragama.
.
Hal tersebut juga disayangkan oleh Ormas Ahlul Bait Indonesia (ABI) yang dalam pernyataan resminya “disayangkan bahwa pelarangan tersebut justru datang dari seorang Walikota Bogor, Bapak Bima Arya, yang naik dengan kampanye pro toleransi”.
.
• Peraya’an asyura di tentang ketua ANNAS Bogor
.
Ketua ANNAS Bogor, Ahmad Iman, menuding bahwa kegiatan peringatan Asyura di Kota Bogor berkemungkinan menimbulkan perpecahan dan keresahan di masyarakat. “Saya menghindari terjadinya perpecahan di masyarakat, saya khawatir ada perpecahan di antara masyarakat, akhirnya saya surati pemerintah, dan Syiah ini jelas dilarang di kota Bogor, pemerintah saja tidak mengakui adanya Syiah,” kata Ahmad Iman. “Kami dari ANNAS bekerja untuk menyadarkan orang bahwa Syiah ini mengancam dan membahayakan NKRI,” lanjutnya.
.
Ali Syahid, tokoh Syiah di kota Bogor mengatakan, penolakan warga bogor yang melarang diadakannya acara keagama’an syi’ah terindikasi dimotori oleh tokoh-tokoh berfaham radikal, seperti ANNAS dan HASMI.
.
• PERSAMA’AN NU DAN SYI’AH MENURUT GUSDUR DAN PARA TOKOH NU
.
Mengapa para petinggi NU merasa gerah dengan keputusan yang melarang kegiatan syi’ah di wilayah kotamadya Bogor yang di keluarkan oleh Walikota Bogor Bima Arya ?
.
Apakah karena banyak persama’an antara NU dengan syi’ah, sehingga para petinggi NU merasa harus membela syi’ah ?
.
Mengapa kebanyakan yang masuk Syi’ah adalah warga NU ?
.
Dan mengapa NU dan Syi’ah sama-sama memusuhi dakwah Ahlus Sunnah yang mereka sebut Wahabi ?
.
Besarnya rasa permusuhan orang-orang NU dan Syi’ah kepada dakwah sunnah memang bisa dimaklumi, karena banyaknya persama’an antara NU dan Syi’ah, sebagaimana yang di katakan tokoh-tokoh NU sendiri.
.
Cendekiawan muda NU, Zuhairi Misrawi dalam diskusi bertema “Islam Madani dan Islam Nusantara, Corak Islam Indonesia” yang di selenggarakan oleh Rumah Madani, IJABI (ormas syi’ah), di Kalibata, Kamis (27/11), mengatakan :
.
“Tidak bisa dipungkiri, tradisi NU dan Syiah itu sama, mulai dari maulid, ziarah, shalawatan, tahlilan, semuanya sama. Karenanya tak heran Gus Dur mengatakan, “NU itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah”. Merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menguatkan ukhuwah.
.
Akomodasi NU pada tradisi Syiah menunjukkan sunnatullah. Bahwa sesama Muslim itu harus saling belajar. Yang NU belajar dari Syiah, yang Syiah belajar dari NU. Nilai penting persama’an tradisi ini ya, NU harus sadar, bahwa tradisinya adalah tradisi (yang berasal dari) Syiah. Yang menarik, tradisinya (Syiah) diterima dengan baik oleh Islam Sunni (NU).
.
Itu kan Islami banget, sangat mencerminkan semangat persaudara’an. Jadi melalui kultur itu akan membangun persaudaraan antar Sunni dan Syiah. Kultur itu merupakan sesuatu yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Itu kan dalam tradisi keagama’an kita intinya menjaga kebersama’an dalam masyarakat, gotong-royong dalam hidup. Karena itulah agama punya peran menjaganya. Pungkas Zuhairi.
.
Persama’an NU dan Syi’ah juga di sebutkan oleh salah satu tokoh Nahdlatul Ulama yang pernah menjadi pengurus PBNU, K. H. Masdar Farid Mas’udi atau lebih dikenal sebagai Masdar F. Mas’udi dalam acara komunitas Gusdurian pada 7 Februari 2014, sebagaimana dikutip dari Satuislam.org.
.
Menurutnya, Suni dan Syiah itu menemui titik temu dalam kalimat syahadat. Ia berpendapat bahwa Sunni dan Syi’ah lebih baik berkawan, bukan melebur menjadi satu. Masdar mengungkapkan bahwa keduanya memiliki persama’an tradisi, seperti tahlilan, maulid, ziarah kubur, shalawatan, tawassul, dan lainnya. Masdar mengafirmasi pernyataan Gus Dur bahwa NU adalah Syi’ah minus Imamah.
.
.
Sumber tulisan :
.
http://www.ahlulbaitindonesia.or.id/berita/zuhairi-misrawi-kesamaan-tradisi-satukan-nu-syiah/
.
http://m.kompasiana.com/waodezainabzilullah/gusdurian-gelar-dialog-titik-temu-sunni-syi-ah_55299dc66ea834d929552d1c
.
http://www.kupasmerdeka.com/2015/10/bima-arya-larang-kegiatan-syiah-akhmad-sahal-nu-ngawur-picik-memalukan/
.
.
—————————