IMAMAH DALAM AQIDAH SYI’AH

IMAMAH DALAM AQIDAH SYI’AH
.
Keimaman dalam agama Syiah adalah prinsip yang paling utama. Seluruh keyakinan dan seluruh riwayat mereka kembali kepada masalah keimamahan ini.
.
Masalah imamah (kepemimpinan) inilah yang menjadi inti ajaran dan asal muasal lahirnya pemikiran Syiah yang dibawa oleh Abdullah bin Saba’.
.
Kitab-kitab Syiah mengakui bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang yang pertama memopulerkan keyakinan wajibnya meyakini kepemimpinan (keimamahan) Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, menampakkan sikap berlepas diri dari musuh-musuhnya, dan menyingkap para penentangnya, serta mengafirkan mereka. (Rijal al-Kisysyi, hlm.108—109, al- Maqalat wal Firaq, hlm. 20 karya an Nubakhti, Ushul Madzhab asy-Syiah, hlm. 654).
.
Itu pula yang ditetapkan oleh Ahlus Sunnah, sebagaimana yang disebutkan oleh asy-Syahrastani dalam al-Milal wa an-Nihal bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang pertama yang memunculkan pendapat tentang keimamahan Ali radhiyallahu ‘anhu. (al-Milal wa an-Nihal,1/174).
.
Menurut kaum Syiah, pengangkatan imam adalah janji yang telah ditetapkan Allah Subhanahu wata’ala kepada mereka satu per satu.
.
Dalam kitab al-Kafi disebutkan sebuah bab dengan judul “Imamah Adalah Janji dari Allah Subhanahu wata’ala yang Telah Ditetapkan dari Seseorang kepada yang Lain”. Ada juga bab “Nash yang Disebutkan Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya Terhadap Para Imam Satu Persatu”. (al-Kafi, 1/227 dan 1/286).
.
Salah seorang tokoh rujukan Syiah, Muhammad Husain Alu Kasyifil Ghitha, berkata, “Imamah adalah kedudukan ilahiah seperti halnya kenabian. Sebagaimana halnya Allah Subhanahu wata’ala memilih siapa yang Dia kehendaki dari para hamba-Nya menjadi nabi dan rasul, lalu menguatkannya dengan mukjizat sebagai pembuktian nash dari Allah Subhanahu wata’ala…, demikian pula Dia memilih siapa yang dikehendaki-Nya menjadi imam dan memerintah Nabi-Nya untuk menyebutkannya secara tegas, dan mengangkatnya sebagai pemimpin bagi umat manusia setelahnya.” (Ashlus Syiah wa Ushuluha, hlm. 58, Ushul Madzhab asy-Syiah, hlm. 655).
.
• Kedudukan Imamah dalam Agama Syiah
.
Di dalam agama Syiah, kedudukan imamah jauh lebih mulia dari kedudukan seorang nabi utusan Allah Subhanahu wata’ala. Inilah yang dijelaskan oleh para tokoh Syiah.
.
Ni’matullah al-Jazairi berkata, “Keimamahan yang bersifat umum yang merupakan kedudukan di atas tingkatan kenabian dan kerasulan”. (Zahrur Rabi’, hlm. 12).
.
Hadi at-Taharani berkata, “Keimaman lebih agung daripada kenabian. Sebab, keimamahan adalah kedudukan ketiga yang Allah Subhanahu wata’ala memuliakan Ibrahim dengannya setelah kedudukan nabi dan khalil.” (Wadayi’ an-Nubuwah, hlm. 114).
.
Ia juga mengatakan, “Sesungguhnya yang paling agung dalam agama yang Allah Subhanahu wata’ala mengutus Nabi-Nya ini adalah masalah imamah.” (Wadayi’ an-Nubuwah, hlm. 115).
.
Al-Kulaini meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Ja’far, ia berkata, “Islam dibangun di atas lima hal: shalat, zakat, puasa, haji, dan keimaman (kepemimpinan). Tidak ada sesuatu yang lebih penting untuk didakwahkan selain kepemimpinan. Namun, manusia mengambil yang empat dan meninggalkan yang satu ini.” (Ushul al-Kafi, 2/18).
.
Perhatikanlah riwayat yang mereka sebutkan di atas… Mereka menjadikan masalah imamah sebagai pengganti dua kalimat syahadat !! Di samping itu, menjadikannya sebagai rukun Islam yang terpenting. Adakah kesesatan yang melebihi kesesatan mereka ini ?
.
• Berapa Jumlah Imam ?
.
Kaum Syiah berselisih pendapat dalam menyebutkan jumlah imam mereka. Disebutkan dalam Mukhtashar at-Tuhfah, “Ketahuilah bahwa Imamiyah berpendapat bahwa jumlah imam itu terbatas, namun mereka berselisih tentang jumlahnya. Sebagian mengatakan lima, sebagian lagi mengatakan tujuh, sebagian lagi mengatakan delapan, sebagian lagi mengatakan dua belas, dan sebagian mengatakan tiga belas.” (Mukhtashar Tuhfah, hlm.193, Ushul Madzhab asy- Syiah, hlm. 666).
.
Kemudian terjadi kesepakatan bahwa jumlah imam terbatas menjadi dua belas, setelah meninggalnya al-Hasan al-Askari yang dianggap sebagai imam kesebelas.
.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tidak ada seorang pun dari keturunan keluarga Nabi dari bani Hasyim, baik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, Umar, Utsman, maupun Ali yang berpendapat bahwa imam itu berjumlah dua belas.” (Minhajus Sunnah, 2/111).
.
Beliau juga berkata, “Sebelum wafatnya al-Hasan (yakni al-Hasan bin Ali al-‘Askari yang dianggap sebagai imam kesebelas kaum Syiah), tidak seorang pun yang berpendapat imam muntazhar sebagai imam mereka yang kedua belas. Tidak ada seorang pun di zaman Ali dan zaman bani Umayyah yang menetapkan jumlah imam dua belas.” (Minhajus Sunnah, 4/209).
.
Dua belas imam yang ditetapkan oleh kaum Syiah Imamiyah adalah :
.
1. Ali bin Abi Thalib, Abul Hasan al-Murtadha
2. Al-Hasan bin Ali, Abu Muhammad az-Zaki
3. Al-Husain bin Ali, Abu Abdillah asy-Syahid
4. Ali bin al-Husain Abu Muhammad, Zainul Abidin
5. Muhammad bin Ali Abu Ja’far al-Baqir
6. Ja’far bin Muhammad, Abu Abdillah ash-Shadiq
7. Musa bin Ja’far Abu Ibrahim al-Kazhim
8. Ali bin Musa Abul Hasan ar-Ridha
9. Muhammad bin Ali, Abu Ja’far al-Jawad
10. Ali bin Muhammad Abul Hasan al-Hadi
11. Al-Hasan bin Ali, Abu Muhammad al-Askari
12. Muhammad bin al-Hasan Abul Qasim al-Mahdi
.
Namun, disebutkan dalam kitab yang paling pertama yang tampak dari kalangan Syiah, yaitu kitab Salim bin Qais, dia justru menetapkan bahwa jumlah imam itu ada tiga belas. Bahkan, dalam sebagian riwayat kaum Syiah, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu tidak masuk dalam daftar sebagai imam yang berjumlah dua belas. Dalam kitab yang paling sahih menurut versi Syiah, terdapat riwayat yang menerangkan bahwa imam mereka berjumlah tiga belas.
.
Al-Kulaini meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Ja’far, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya aku dan dua belas imam dari keturunanku. Adapun engkau, wahai Ali, adalah kancingnya bumi, yaitu sebagai pancang dan bukitnya. Dengan kami, Allah Subhanahu wata’ala mengokohkan bumi agar tidak lenyap bersama penghuninya. Jika dua belas dari keturunanku telah pergi, bumi ini akan lenyap beserta penghuninya dan mereka tidak memerhatikannya”. (Ushul al-Kafi, 1/534).
.
Demikian pula yang diriwayatkan dari Abu Ja’far, dari Jabir, ia berkata, “Aku masuk bertemu Fatimah. Di hadapannya ada lempengan yang di dalamnya bertuliskan nama-nama (imam) yang diberi wasiat dari keturunannya. Fatimah menghitungnya berjumlah dua belas. Yang terakhir adalah al-Qaim. Tiga di antara mereka bernama Muhammad, dan tiga di antara mereka bernama Ali.” (Ushul al-Kafi, 1/532).
.
Lihatlah, riwayat ini menyebutkan bahwa imam dua belas itu berasal dari keturunan Fatimah. Jadi, Ali bin Abi Thalib tidak termasuk dari kalangan imam mereka karena beliau adalah suami Fatimah, bukan anaknya.
.
Adanya perselisihan penentuan jumlah imam, menunjukkan bahwa pembatasan dua belas imam tersebut sama sekali tidak dibangun di atas landasan yang jelas dari kitabullah atau sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu bagaimana bisa hal ini dianggap sebagai bagian rukun Islam, bahkan menggantikan posisi dua kalimat syahadat ?
.
.
http://asysyariah.com/kajian-utama-syiah-dan-imamah/
.
.
___________________

SEBUTAN WAHABI, PROPAGANDA SYI’AH

SEBUTAN WAHABI, PROPAGANDA SYI’AH
.
MUI Provinsi Jawa Barat diminta untuk berperan aktif menanggapi fenomena propaganda syi’ah hari ini yang menyatakan siapa pun yang tidak setuju dengan syi’ah adalah bagian dari kelompok wahabi dan yang lainnya.
.
Sejumlah ormas Islam di Jawa Barat yang merasa gemas dengan fenomena ini menegaskan bahwa propaganda syi’ah itu merupakan ancaman pada keutuhan umat Islam Indonesia.
.
“Ketika mereka sudah membentur-benturkan aqidah Ahlussunnah wal jama’ah itu seolah kita yang sedang berantem. Padahal, aslinya baik kita, salafi, NU, Persis, semuanya aqidahnya sama bersumber dari Quran dan Sunnah. Tapi syi’ah yang sebetulnya tidak bisa disamakan. Karena sumbernya bukan dari Quran dan Sunnah”. Beber Koordinator Pembela Ahlu Sunnah (PAS), Ustadz Roinul Balad di hadapan sejumlah pengurus MUI Provinsi Jawa Barat pada Kamis, (19/03).
.
Menurut Ustadz Roin, di sejumlah daerah di Jawa Barat, propaganda syi’ah ini kerap ditelan mentah-mentah oleh masyarakat awam. Oleh sebab itu, MUI diharapkan dapat berperan aktif untuk mengatasinya.
.
“Kami meminta kepada MUI untuk berperan aktif menjelaskan itu karena di daerah-daerah sudah terjadi seperti di Tasik dan di Cianjur. Kami insyaAllah akan selalu berusaha memberikan informasi yang kongkrit di lapangan”. Tambahnya.
.
Ustadz Roin mencontohkan adanya kejadian di suatu masjid yang akhirnya disegel karena dianggap wahabi.
.
Padahal bahasa itu dilontarkan oleh orang-orang yang suka mengaji kepada gembong Syiah, Jalaludin Rahmat.
.
Termasuk di Ciamis tadi malam kami mendapat satu berita di daerah Pamarican yang speakernya diturunkan karena dianggap wahabi”. Lanjutnya.
.
Ternyata, informasi yang menyebut bahwa masjid itu wahabi berasal dari seorang perempuan yang suka mengaji di lembaga pendidikan milik Syiah, Muthahari. “Anaknya di sekolahkan di SMP Muthahari, sehingga datang kesana ibunya menyatakan, ‘oh itu masjid wahabi, masjid wahabi’.
.
Kemudian, warga sekitar di kalangan nahdliyyin mengatakan “kalo gitu turunkan miknya, turunkan miknya”. Terangnya.
.
Melihat situasi semacam itu, PAS Jawa Barat menghimbau agar MUI segera mengambil tindakan sebelum menjadi besar di daerah-daerah.
.
“Kami siap bersinergi dengan MUI, karena syi’ah bermain di situ dan membenturkan kaum muslimin”.
.
https://m.kiblat.net/2015/03/20/sebutan-salafi-wahabi-propaganda-syiah-benturkan-kaum-muslimin/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5239403987
.
.
________________

AGAMA ORANG SYI’AH YANG SEBENARNYA

.
AGAMA ORANG SYI’AH YANG SEBENARNYA
.
Kebanyakan orang-orang awam menduga bahwa sekte syi’ah adalah masih bagian dari umat Islam, karena mereka shalat, puasa dll. Hanya berbeda dalam beberapa hal dengan Ahlussunnah wal Jama’ah, sebagaimana perbeda’an antar madzhab. Duga’an tersebut akibat kurang informasi yang sampai kepada mereka.
.
Padahal sebenarnya sekte syi’ah bukan Islam. Mereka memiliki agama tersendiri, sebagaimana yang disebutkan oleh ulama-ulama syi’ah.
.
Dalam kitab-kitab Syiah, ulama mereka menyebut sekte syi’ah dengan nama agama Imamiyah.
.
Sebagai contoh, Baqir al-Majlisi yang dikenal sebagai Syaik as-Syuduq (w. 381 H) menyebut agamanya (Syiah) dengan sebutan agama Imamiyah. Ia mengarang buku khusus berjudul Al-I’tiqodat Din al-Imamiyah. Dalam kitab tersebut Syaikh As-Syuduq menjelaskan secara tuntas tentang aqidah Syi’ah yang berbeda dengan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
.
Hal ini juga diakui oleh At-Thusi (w.460 H) dalam kitabnya al-Farsht hal. 189 dan Rahib al-Asfahani dalam kitabnya ad-Dari’ah ila Makarimi Syariah, juz II, hal. 226.
.
Pengakuan kedua ulama Syiah ini cukup menjadi bukti bahwa istilah agama Imamiyah sudah sangat dikenal bahkan menjadi aqidah di kalangan Syiah.
.
Karena itu tidak salah jika kita menyebut Syiah sebagai agama Imamiyah, bukan Islam. Penyebutan ini berdasar pengakuan mereka sendiri.
.
.
Di sunting dari :
http://m.hidayatullah.com/artikel/opini/read/2012/09/05/4054/menjawab-dua-argumen-klasik-syiah.html#.VFDW3IQ-apU
.
.
_________________

Kata pendeta syi’ah : “UMAR BIN KHOTOB HOMOSEX”

Kata pendeta syi’ah : “UMAR BIN KHOTOB HOMOSEX”
.
Ni’matullah Al-Jazairi dalam kitabnya Al-Anwar An-Nu’maniyah 1/63 dan Zainuddin An-Nabathi Al-Bayadhi dalam kitabnya Ash-Shirathul Mustaqim 3/28, berkata : “Sesungguhnya Umar terjangkiti sebuah penyakit yang tidak akan sembuh kecuali dengan sperma laki-laki (tukang homo), dan neneknya adalah anak zina.”
.
Yasir Al-Habib, dalam ceramahnya menambahkan : “… Karena ‘Umar, dialah yang mengharamkan pernikahan jenis mut’ah….. seandainya ia tidak mengharamkan mut’ah pasti manusia tidak akan berbuat zina. mengapa ia mengharamkan mut’ah ? karena dua sebab, sebagaimana yang telah kami jelaskan pada muhadharah kami yang lalu. Sebab pertama: karena ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: ‘wahai Ali ! bahwsanya tidaklah mencintaimu kecuali ia seorang mukmin dan tidaklah membencimu kecuali anak zina.” Maka ‘Umar berkeinginan untuk memperbanyak perbuatan zina dan anak zina, oleh karena itu ia mengharamkan mut’ah, agar manusia berbuat zina dan membuahkan dari perzinahan mereka keturunan, sehingga anak-anak zina itu menjadi musuh bagi Ali bin Abi Thalib dan membencinya, yakni Umar ingin memperbanyak jumlah orang-orang yang membenci Ali bin Abi Thalib, ini sebab yang pertama. Sebab kedua: Bahwa ‘Umar ketika melarang perbuatan mut’ah, karena (dengan itu) sebagian manusia akan beralih kepada perbuatan liwath (homo), dan ini ada manfaat tersendiri bagi ‘Umar, karena ia sebagaimana yang telah kami sebutkan (pada pertemuan) lalu bahwa ia senang dengan perbuatan liwath, maksudnya ia senang digauli dengan cara liwath. Dan seperti riwayat al-mukhalifin bahwa ‘Umar pada duburnya terdapat penyakit yang tidak bisa sembuh kecuali dengan sperma laki-laki……….”
.
Na’udzubillah, Khalifah kedua kaum muslimin Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu yang selalu dijunjung tinggi oleh kaum muslimin dihinakan dan direndahkan oleh kaum Syi’ah. Khalifah, yang dimasanya islam berada pada puncak kejayaan.
.
Dari sini kita paham bahwa ‘aqidah mereka dari dahulu sampai sekarang adalah satu, ini sebagai bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Syi’ah tidak merujuk kepada pendahulu mereka yang telah meninggal. Yasir Al-Habib, salah seorang ulama mereka ternyata merujuk kepada riwayat ulama sebelumnya.
.
Videonya lihat di sini, https://m.youtube.com/watch?list=PLJFd-A5Q0brL6soogvWceZKyWUhFNUk7K&params=OAFIAVgB&v=6FNLgiymdwA&mode=NORMAL
.
.
https://haulasyiah.wordpress.com/2009/10/07/kata-mereka-umar-bin-khattab-tukang-homo/
.
.
________________

“PABRIK” PERCETAKAN KADER SYI’AH DI INDONESIA

“PABRIK” PERCETAKAN KADER SYI’AH DI INDONESIA
.
Namanya : Pesantren YAPI , Bangil – Pasuruan, Jawa Timur
.
Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Bangil didirikan pada tanggal 21 Juni 1976 oleh Tokoh Syi’ah : Husein bin Abu Bakar Al-Habsyi. Pada awalnya Dia mendirikan pesantren ini di Bondowoso Jawa Timur, sebelum akhirnya pindah ke kota Bangil – Pasuruan.
.
Disebut dalam salah satu pemakalah, bahwa pesantren YAPI merupakan yayasan milik Syi’ah yang tertua dibanding yayasan lainnya. Dibahas pula dalam seminar itu, bahwa tokoh-tokoh Syi’ah di Indonesia banyak yang alumni YAPI.
.
“YAPI di Jawa Timur menjadi sentra dakwah Syi’ah di propinsi ini.” tulis Habib Thohir dalam makalahnya.
.
Dalam penelitian Disertasinya di IAIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Mohammad Baharun, MAg mengkategorikan Syi’ah di YAPI sebagai Syi’ah ideologis yang gerakannya rapi dan militan. Untuk penelitian disertasi ini, Baharun yang pernah menjadi wartawan Tempo ini menggunakan ‘informan’ untuk menyelidiki aktivitas Syi’ah di Bangil.
.
Ustadz Baharun, yang kelahiran Bangil itu, dalam disertasinya menjelaskan, Syi’ah ideologis adalah Syi’ah yang tumbuh melalui pengkaderan cukup intensif. Kaderisasi ini melalui pendidikan (sekolah dan pesantren) yang disipakan dengan guru-guru. Ia menemukan bahwa YAPI mengkhususkan diri sebagai lembaga yang sengaja menyiapkan kader-kader (santri yang diharapkan jadi guru/ustadz atau da’i Syi’ah Itsna ‘Asyariyah) yang berkualitas, sehingga dapat menyebarkan doktrin Syi’ah Imamiyah kepada masyarakat luas.
.
• Pesantren YAPI pernah beberapa kali di Serang umat Islam
.
Pada tahun 2011, pesantren Yapi pernah di serang oleh sekelompok Umat Islam Ahlu Sunnah. sempat terjadi bentrokan yang menimbulkan korban.
.
Menurut Ketua Bidang Organisasi Yayasan Albayyinat Indonesia Habib Achmad Zein Alkaf , bahwa Albayyinat adalah organisasi yang memerangi aliran sesat di Indonesia, terutama Syiah.
.
Ada dua versi mengenai terjadinya penyerangan tersebut. Yang pertama, penyerangan dilakukan sekelompok masyarakat yang sudah lama tidak senang dengan adanya pondok yang beraliran Syiah tersebut.
.
Yang kedua, sesuai dengan informasi yang pihaknya terima dari para Kiai dan Habaib di Bangil, bahwa penyerangan tersebut diawali pelemparan batu dari dalam Pondok Yapi terhadap konvoi umat Islam yang sedang pulang dari menghadiri perayaan Maulid di Singosari di tempat KH Lutfi Basori Alwi.
.
“Mana yang benar, pihak kepolisianlah yang dapat menyelidikinya. Yang penting kejadian tersebut cepat teratasi dan selanjutnya harus cepat diredam,” ujar Habib Achmad yang juga A’wan Syuriah PWNU Jatim ini.
.
Menurut dia, memang selama ini sering terjadi keributan antara umat Islam di Bangil dengan golongan Syiah. Penyebabnya tidak lain karena ulah pihak Syiah yang dinilai menyakitkan hati umat Islam.
.
“Misalnya pihak Syiah menerbitkan buku yang isinya menghina pemimpin-pemimpin islam, menghina istri-istri Rasululloh SAW. Juga yang dilakukan oleh orang orang Syiah yang menguasai masjid milik Ahlussunnah wal jamaah,” tutur anggota Bidang Fatwa MUI Jatim ini.
.
Kemudian, pengajian-pengajian yang dilakukan oleh orang-orang Syiah yang isinya tidak menyenangkan umat Islam dapat menyulut terjadinya keributan.
.
“Kami rasa pihak kepolisian dengan segala keterbatasannya sudah berusaha meredam perseteruan tersebut, tapi oleh golongan Syiah justru dimanfaatkan untuk lebih aktif menyebarkan alirannya. Kami tahu persis bahwa Ahlussunnah tidak mungkin dipersatukan dengan Syiah, sebab tidak mungkin minyak bisa dicampur dengan air. Apakah sama terang dengan gelap ?” tegasnya.
.
Untuk itu, Albayyinat meminta kepada pihak Syiah agar tidak memancing kemarahan umat Islam. “Bagaimanapun kalian (kaum Syiah) adalah kelompok minoritas yang harus menghormati umat Islam,” imbuhnya.
.
Dan kepada seluruh umat Islam hendaknya dapat menyelesaikan persoalan di Pasuruan itu dengan kepala dingin. Kepada para pejabat hendaknya tidak mengeluarkan statemen yang isinya justru dapat memanaskan situasi. “Marilah situasi yang panas ini, kita redam dengan kata-kata yang menyejukkan hati,” pungkasnya.
.
• Mantan pengikut Syi’ah bercerita tentang YAPI
.
Ketika itu hampir seribuan umat Islam se kota surabaya dan sekitarnya, sejak jam 7 pagi sudah memadati ruang utama Masjid Mujahidin Perak Barat Surabaya, Ahad, (15/6/2014), untuk mengikuti pengajian rutin bertema “Fakta dan Data Syi’ah di Indonesia.” Pada acara itu menghadirkan pembicara Ustadz Basuki Rahmat (Mantan Da’i Syi’ah) dan Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA. (Dewan Dakwah Islamiyah Jakarta).
.
Ustadz Basuki Rahmat menuturkan, pada tahun 80-an, dia berkeinginan untuk berangkat ke Afghanistan, namun karena Imamnya bai’at ke Al Habsyi Bangil, maka dia pun ditempatkan di YAPI Bangil Pasuruan Jawa Timur, sebagai kader yang dipersiapkan berangkat ke Iran. Saat itu dikatakan kepadanya bahwa sama saja, nanti kamu disana juga belajar agama Islam.
.
“Tapi setelah saya di YAPI, kejadiannya sangat mengejutkan, tiap bulan Ramadhan ada kajian Fiqh Syi’ah Itsna ‘Asy’ariyah dari sini saya tahu ajaran Syi’ah itu bagaimana,” tuturnya
.
Dari YAPI juga, lanjut Ustadz Basuki, dirinya mendengar sendiri, terjadinya pelecehan terhadap para Sahabat Nabi dan juga Al Qur’an, sementara tujuan semula saya untuk berangkat ke Afghanistan dalam rangka membela agama Islam mengorbankan nyawa untuk memenuhi panggilan Allah SWT dalam Al Qur’an, malah dilecehkan.
.
“Hampir seluruh kader Syi’ah di Indonesia dikader di YAPI, orang tua mereka banyak yang tidak paham kalau di YAPI itu Pesantren Syi’ah. Mereka hanya terpukau melihat yang punya pondok seorang Habib keturunan Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam. Mereka Tidak tahu kalau yang diajarkan bukan Islam tapi Syiah. Sehingga ketika mereka lulus dan kembali ke daerahnya masing-masing menggantikan orang tuanya terjun ke masyarakat, mereka menyebarkan ajaran syi’ah, inilah yang menjadi sumber masalah,” lanjut ustadz Basuki.
.
• Jika Syi’ah dibiarkan, akan menimbulkan banyak konflik
.
Selanjutnya Ustadz Basuki memberikan peringatan akan bahaya memelihara Syiah.
.
“Kalau pemerintah Indonesia membiarkan Syi’ah berkembang apalagi sampai memberi ijin pengikut Syi’ah memperingati hari raya mereka semisal Idul Ghodir, Asyura’ yang berisi caci-maki, penghinaan dan pelaknatan kepada para sahabat dan ‘Aisyah istri Nabi saw, maka akan timbul konflik dimana-mana, seperti yang sudah terjadi di Madura, Jember, Situbondo dll,” ujarnya
.
Hal ini karena umat Islam tidak akan tinggal diam melihat orang-orang yang dicintai oleh Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin dicaci-maki, dihina dan dilaknat oleh orang-orang Syi’ah.
.
• Mengapa Syiah dapat diterima dan cepat berkembang ?
.
Pada acara itu diungkapkan sebab Syiah dapat diterima dan berkembang pesat di tengah-tengah masyarakat. Ustadz Basuki menyebut karena ada doktrin taqiyyah (penipuan).
.
Mantan Da’i Syiah ini menuturkan, bahkan orang syi’ah berani merubah makna ayat Al-Qur’an, semisal ayat yang berbunyi, fatazawwaduu fa inna khoiroz zaadit taqwaa, mereka plesetkan maknanya berbekallah kamu karena sebaik-baik bekal adalah taqiyyah (tipu muslihat).
.
Kata taqwa di-plesetkan menjadi taqiyyah. Contoh lain, “Ayat yang lain Inna akromakum ‘indalloohi atqookum diartikan sesungguhnya yang paling mulia diantaramu adalah yang paling pandai bertaqiyyah (berbohong). Kata atqookum (yang paling bertaqwa diantaramu) diplesetkan artinya menjadi yang paling pandai bertaqiyyah (berbohong),” ungkapnya.
.
Maka jangan heran, dengan berbekal ajaran taqiyyah inilah, kebanyakan mereka tidak mau dikatakan sebagai penganut paham syiah, karena semakin tinggi kesyiahannya, tidak mau dikatakan Syiah. “Kalau kita jeli, justru dari ucapan dan tingkah lakunya mereka ketahuan sebagai pengikut Syiah,” tuturnya.
.
• Syi’ah memfitnah Buya Hamka
.
Disebut pula, Buya Hamka sempat berkunjung ke Iran. Namun sepulang dari kunjungannya itu, beliau mengambil kesimpulan dan menyatakan dengan tegas bahwa Syi’ah itu sesat dan menyesatkan.
.
“Tapi setelah beliau meninggal disebarkanlah isu oleh kalangan Syi’ah bahwa Buya Hamka sebelum meninggal bertaubat dan mengakui kebenaran Syi’ah,” lanjut Ustadz asal Gresik ini.
.
Akhirnya Ustdaz Basuki mengusulkan agar pihak kepolisian RI membentuk pasukan khusus pemburu Syiah“.
.
“Kalau di Malaysia dibentuk polisi khusus untuk memburu Syi’ah, seharusnya di Indonesia juga dibentuk Densus pemburu Syi’ah. Saya khawatir kalau Syi’ah ini tidak diberangus, maka tinggal tunggu waktu saja akan terjadi pertumpahan darah besar-besaran antara Islam dan Syi’ah, karena mereka merusak Islam dan kita pasti lawan. Allaahu Akbar,” pungkasnya.
.
http://pedulifakta.blogspot.co.id/2015/10/inilah-pabrik-percetakan-kader-syi.html?m=1
.
.
__________________

SYI’AH DALAM PANDANGAN PENDIRI NU KH. HASYIM ASY’ARI

SYI’AH DALAM PANDANGAN PENDIRI NU KH. HASYIM ASY’ARI
.
Belakangan ini ada sebagian dari orang-orang yang di pandang sebagai tokoh masyarakat, sebagiannya pernah menjabat ormas di Indonesia mengeluarkan pernyata’an bahwa syi’ah bukan firqoh sesat. Bahkan mereka memasukkan sekte syi’ah kedalam madzhab yang di akui (legitimate).
.
Berikut pernyata’an mereka,
.
1. Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat) : “Syiah bukan ajaran sesat, baik Sunni maupun Syiah tetap diakui Konferensi Ulama Islam International sebagai bagian dari Islam.” (rakyatmerdekaonline.com).
.
2. Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj (Ketua Umum PBNU) : “Ajaran Syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. Di universitas di dunia manapun tidak ada yang menganggap Syiah sesat.” (tempo.co).
.
3. Prof. Dr. Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah) : “Tidak ada beda Sunni dan Syiah. Dialog merupakan jalan yang paling baik dan tepat, guna mengatasi perbedaan aliran dalam keluarga besar sesama Muslim.” (republika.co.id)
.
4. KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) : “Syiah itu adalah NU plus imamah dan NU itu adalah Syiah minus imamah.”
.
5. Prof. Dr. Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah/Ketua MPR RI ) : “Sunnah dan Syiah adalah madzhab-madzhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam.” (satuislam.wordpress.com).
.
6. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) : “Syiah merupakan bagian dari sejarah Islam dalam perebutan kekuasaan, dari masa sahabat, karenanya akidahnya sama, al-Qurannya dan nabinya juga sama.” (republika.co.id).
.
7. Prof. Dr. Syafi’i Ma’arif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah) : “Kalau Syiah di kalangan madzhab, dianggap sebagai madzhab kelima.” (okezone.com).
.
8. Marzuki Alie (Ketua DPR RI) : “Syiah itu madzhab yang diterima di negara manapun di seluruh dunia, dan tidak ada satupun negara yang menegaskan bahwa Islam Syiah adalah aliran sesat.” (okezone.com).
.
9. KH Nur Iskandar SQ (Ketua Dewan Syuro PPP) : “Kami sangat menghargai kaum Muslimin Syiah.” (inilah.com).
.
10. KH. Alie Yafie (Tokoh dan Ulama NU) : “Dengan tergabungnya Iran yang mayoritas bermadzhab Syiah sebagai negara Islam dalam wadah OKI, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah cukup. Yang jelas, kenyata’annya seluruh dunia Islam, yang tergabung dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam.” (tempointeraktif).
.
Dari pernyata’an-pernyata’an mereka diatas, kita bisa mengetahui ternyata ideologi Syiah sudah mempengaruhi pemikiran dan pandangan kaum cendikiawan Indonesia. Sehingga mereka kompromistis terhadap gerakan syi’ah yang memiliki misi untuk mensyi’ahkan Indonesia. Kita tidak mengetahui apakah mereka yang memiliki pernyata’an diatas apakah orang syi’ah yang menyamar sebagai sunni, atau orang sunni yang tidak faham hakekatnya syi’ah.
.
Apabila tokoh-tokoh masyarakat di atas menyatakan bahwa syi’ah bukan kelompok sesat. Berbeda halnya dengan Ulama besar Indonesia yang juga pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari.
.
SYI’AH DALAM PANDANGAN PENDIRI NU KH. HASYIM ASY’ARI
.
KH. Hasyim Asy’ari adalah orang yang dihormati bagi kalangan Nahdliyyin di Indonesia. Selain sebagai pendiri ormas islam Nahdlatul Ulama, beliau juga seorang ulama yang sangat paham dengan kondisi umat islam di Indonesia.
.
Berikut ini pandangan KH. Hasyim Asy’ari tentang syi’ah,
.
Beliau berkata : “Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti”. (Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, halaman 9).
.
Apa landasannya KH. Hasyim Asy’ari mengatakan demikian ?
.
Landasannya yaitu hadis yang ditulis Ibnu Hajar dalam Al-Shawa’iq al-Muhriqah.
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila telah Nampak fitnah dan bid’ah pencacian terhadap sahabatku, maka bagi orang alim harus menampakkan ilmunya. Apabila orang alim tersebut tidak melakukan hal tersebut (menggunakan ilmu untuk meluruskan golongan yang mencaci sahabat) maka baginya laknat Allah, para malaikat dan laknat seluruh manusia”.
.
Di sini jelaslah bahwa beliau memperingatkan umat islam di Indonesia, terkhususnya Nahdliyyin dari syiah, dikarenakan penyimpangan mereka dalam beberapa hal, diantaranya caci maki dan hujatan mereka terhadap para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan peringatan KH. Hasyim Asy’ari itu nampak jelas dalam Muqaddimah Qanun Asasi halaman 7.
.
Bukan hanya dalam tulisan saja KH. Hasyim Asy’ari memberikan peringatan, yang demikian pun beliau ulangi lagi dalam pidatonya ketika muktamar pertama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Beliau menegaskan bahwa madzhab yang sah adalah empat madzhab tersebut(Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) . Selain itu beliau pun mengingatkan warga NU agar berhati-hati menghadapi perkembangan aliran-aliran di luar madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah tersebut.
.
Lantas, apakah sikap tegas KH. Hasyim ini hanya dalam karya beliau di atas ? Tentu saja tidak. Dalam “Risalah Ahlu al-Sunnah wal Jama’ah” dan “al-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin” dan “al-Tibyan fi Nahyi ‘an Muqatha’ah al-Arham wa al-Aqrab wa al-Akhwan”, KH. Hasyim pun menjawab dengan tuntas cacian Syi’ah dengan mengutip hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang laknat bagi orang yang mencaci sahabatnya.
.
Inilah kitab-kitab yang cukup telak membantah kesesatan syiah. Bahkan, hampir setiap halaman dalam kitab “al-Tibyan” tersebut berisi kutipan-kutipan pendapat para ulama salaf salih tentang keutama’an sahabat dan laknat bagi orang yang mencelanya. Diantara ulama’ yang banyak dikutip adalah Ibnu Hajar al-Asqalani, dan al-Qadli ‘Iyyadl.
.
Itulah pandangan Ulama besar Indonesia tentang kesesatan syi’ah. Seorang Ulama yang peduli terhadap aqidah umat Islam. Umat Islam Indonesia khususnya warga Nahdliyyin semestinya mengikuti peringatan yang di sampaikan KH. Hasyim Asy’ari, sehingga tidak mudah terpedaya oleh tipu muslihat kaum syi’ah dan antek-anteknya.
.
.
Sumber tulisan :
.
http://m.kompasiana.com/post/read/472316/2/pandangan-nu-terhadap-syiah.html
.
http://m.hidayatullah.com/artikel/tsaqafah/read/2011/06/21/2196/nu-dan-pandangannya-terhadap-aliran-syiah.html
.
.
___________

FATIMAH ADALAH ISTRI ALLAH

Ulama Syiah: “FATIMAH ADALAH ISTRI ALLAH” (video). Syiahindonesia.com
.
Benar-Benar Syirik Seperti Nasrani. Sorang Ulama Syiah bernama Ridwan Darwish, ditanya kenapa Allah menyebutkan nama Maryam dalam Al-Qur’an terang-terangan sedangkan Fatimah Az-Zahrah tidak ada satupun disebutkan secara terang-terangan ?
.
Pertama Ulama Syiah ini mengartikan nama Maryam dengan Khadimah/Pembantu menganalogikan dengan seorang raja yang memliki istri dan pembantu. Jika istri raja disebutkan di depan khalayak maka sang raja akan marah. tapi kalau pembantu disebutkan di depan umum kalau dia melakukan ini dan itu, maka raja tidak akan marah.
.
Kemudian Rabi/Ulama Syiah itu memperjelas, oleh karena itu karena Maryam adalah pembantu Allah maka Allah menyebutkan namanya 20 kali dalam Al-Qur’an, sedangkan Fatimah adalah ISTRI ALLAAAAH, maka Allah sembunyikan namanya dan tidak menyebutkan di dalam Al-Qur’an. Ta’alallah ‘Amma Yaqul Hadzal Makhluq.
.
Subhanallah ‘Amma Yashifuun.
.
(lppimakassar.com/syiahindonesia.com)
.
Yang bisa bahasa Arab simak baik-baik video ini, http://www.syiahindonesia.com/2014/12/ulama-syiah-fathimah-adalah-istri-allah.html?m=1
.
.
———–

by : Agus Santosa Somantri