Tag Archives: ali

SEBUTAN IMAM ALI ITU DARI SYI’AH

SEBUTAN IMAM ALI ITU DARI SYI’AH
.
Kenapa orang-orang syiah selalu menyebut Ali dan pemimpin-pemimpin syi’ah lainnya dengan sebutan Imam ?
.
Sedangkan mereka tidak pernah menyebut Abu Bakar dengan sebutan Imam Abu Bakar atau Umar dengan sebutan Imam Umar dan Ustman dengan sebutan Imam Ustman ?
.
Dalam buku Tamadun Islam karya Mustafa Haji Daud, di jelaskan makna Imam adalah gelar yang pertama kali di gunakan untuk mengenali pemimpin umat Islam dari segi ibadah khusus (rukun Islam yang lima), politik (pemimpin negara), sosial, kebudaya’an dan segala bidang kehidupan.
.
Gelar ini, pertama kali telah disandang oleh Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Kemudian gelar Imam tersebut di pakai oleh orang-orang syiah untuk di sematkan pada sebutan sayyidina Ali bin Abi Thalib. Sehingga orang-orang Syiah selalu menyebut Ali dengan sebutan Imam Ali.
.
Mereka menolak sebutan Khalifah karena menurut mereka gelar Imam lebih sempurna dan utama ketimbang Khalifah.
.
.
—————

Advertisements

SYI’AH DALAM PANDANGAN PENDIRI NU KH. HASYIM ASY’ARI

SYI’AH DALAM PANDANGAN PENDIRI NU KH. HASYIM ASY’ARI
.
Belakangan ini ada sebagian dari orang-orang yang di pandang sebagai tokoh masyarakat, sebagiannya pernah menjabat ormas di Indonesia mengeluarkan pernyata’an bahwa syi’ah bukan firqoh sesat. Bahkan mereka memasukkan sekte syi’ah kedalam madzhab yang di akui (legitimate).
.
Berikut pernyata’an mereka,
.
1. Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat) : “Syiah bukan ajaran sesat, baik Sunni maupun Syiah tetap diakui Konferensi Ulama Islam International sebagai bagian dari Islam.” (rakyatmerdekaonline.com).
.
2. Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj (Ketua Umum PBNU) : “Ajaran Syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. Di universitas di dunia manapun tidak ada yang menganggap Syiah sesat.” (tempo.co).
.
3. Prof. Dr. Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah) : “Tidak ada beda Sunni dan Syiah. Dialog merupakan jalan yang paling baik dan tepat, guna mengatasi perbedaan aliran dalam keluarga besar sesama Muslim.” (republika.co.id)
.
4. KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) : “Syiah itu adalah NU plus imamah dan NU itu adalah Syiah minus imamah.”
.
5. Prof. Dr. Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah/Ketua MPR RI ) : “Sunnah dan Syiah adalah madzhab-madzhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam.” (satuislam.wordpress.com).
.
6. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) : “Syiah merupakan bagian dari sejarah Islam dalam perebutan kekuasaan, dari masa sahabat, karenanya akidahnya sama, al-Qurannya dan nabinya juga sama.” (republika.co.id).
.
7. Prof. Dr. Syafi’i Ma’arif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah) : “Kalau Syiah di kalangan madzhab, dianggap sebagai madzhab kelima.” (okezone.com).
.
8. Marzuki Alie (Ketua DPR RI) : “Syiah itu madzhab yang diterima di negara manapun di seluruh dunia, dan tidak ada satupun negara yang menegaskan bahwa Islam Syiah adalah aliran sesat.” (okezone.com).
.
9. KH Nur Iskandar SQ (Ketua Dewan Syuro PPP) : “Kami sangat menghargai kaum Muslimin Syiah.” (inilah.com).
.
10. KH. Alie Yafie (Tokoh dan Ulama NU) : “Dengan tergabungnya Iran yang mayoritas bermadzhab Syiah sebagai negara Islam dalam wadah OKI, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah cukup. Yang jelas, kenyata’annya seluruh dunia Islam, yang tergabung dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam.” (tempointeraktif).
.
Dari pernyata’an-pernyata’an mereka diatas, kita bisa mengetahui ternyata ideologi Syiah sudah mempengaruhi pemikiran dan pandangan kaum cendikiawan Indonesia. Sehingga mereka kompromistis terhadap gerakan syi’ah yang memiliki misi untuk mensyi’ahkan Indonesia. Kita tidak mengetahui apakah mereka yang memiliki pernyata’an diatas apakah orang syi’ah yang menyamar sebagai sunni, atau orang sunni yang tidak faham hakekatnya syi’ah.
.
Apabila tokoh-tokoh masyarakat di atas menyatakan bahwa syi’ah bukan kelompok sesat. Berbeda halnya dengan Ulama besar Indonesia yang juga pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari.
.
SYI’AH DALAM PANDANGAN PENDIRI NU KH. HASYIM ASY’ARI
.
KH. Hasyim Asy’ari adalah orang yang dihormati bagi kalangan Nahdliyyin di Indonesia. Selain sebagai pendiri ormas islam Nahdlatul Ulama, beliau juga seorang ulama yang sangat paham dengan kondisi umat islam di Indonesia.
.
Berikut ini pandangan KH. Hasyim Asy’ari tentang syi’ah,
.
Beliau berkata : “Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti”. (Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, halaman 9).
.
Apa landasannya KH. Hasyim Asy’ari mengatakan demikian ?
.
Landasannya yaitu hadis yang ditulis Ibnu Hajar dalam Al-Shawa’iq al-Muhriqah.
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila telah Nampak fitnah dan bid’ah pencacian terhadap sahabatku, maka bagi orang alim harus menampakkan ilmunya. Apabila orang alim tersebut tidak melakukan hal tersebut (menggunakan ilmu untuk meluruskan golongan yang mencaci sahabat) maka baginya laknat Allah, para malaikat dan laknat seluruh manusia”.
.
Di sini jelaslah bahwa beliau memperingatkan umat islam di Indonesia, terkhususnya Nahdliyyin dari syiah, dikarenakan penyimpangan mereka dalam beberapa hal, diantaranya caci maki dan hujatan mereka terhadap para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan peringatan KH. Hasyim Asy’ari itu nampak jelas dalam Muqaddimah Qanun Asasi halaman 7.
.
Bukan hanya dalam tulisan saja KH. Hasyim Asy’ari memberikan peringatan, yang demikian pun beliau ulangi lagi dalam pidatonya ketika muktamar pertama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Beliau menegaskan bahwa madzhab yang sah adalah empat madzhab tersebut(Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) . Selain itu beliau pun mengingatkan warga NU agar berhati-hati menghadapi perkembangan aliran-aliran di luar madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah tersebut.
.
Lantas, apakah sikap tegas KH. Hasyim ini hanya dalam karya beliau di atas ? Tentu saja tidak. Dalam “Risalah Ahlu al-Sunnah wal Jama’ah” dan “al-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin” dan “al-Tibyan fi Nahyi ‘an Muqatha’ah al-Arham wa al-Aqrab wa al-Akhwan”, KH. Hasyim pun menjawab dengan tuntas cacian Syi’ah dengan mengutip hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang laknat bagi orang yang mencaci sahabatnya.
.
Inilah kitab-kitab yang cukup telak membantah kesesatan syiah. Bahkan, hampir setiap halaman dalam kitab “al-Tibyan” tersebut berisi kutipan-kutipan pendapat para ulama salaf salih tentang keutama’an sahabat dan laknat bagi orang yang mencelanya. Diantara ulama’ yang banyak dikutip adalah Ibnu Hajar al-Asqalani, dan al-Qadli ‘Iyyadl.
.
Itulah pandangan Ulama besar Indonesia tentang kesesatan syi’ah. Seorang Ulama yang peduli terhadap aqidah umat Islam. Umat Islam Indonesia khususnya warga Nahdliyyin semestinya mengikuti peringatan yang di sampaikan KH. Hasyim Asy’ari, sehingga tidak mudah terpedaya oleh tipu muslihat kaum syi’ah dan antek-anteknya.
.
.
Sumber tulisan :
.
http://m.kompasiana.com/post/read/472316/2/pandangan-nu-terhadap-syiah.html
.
http://m.hidayatullah.com/artikel/tsaqafah/read/2011/06/21/2196/nu-dan-pandangannya-terhadap-aliran-syiah.html
.
.
___________

LINDUNGI ISTRI DAN PUTRI-PUTRI ANDA DARI GERMO PERSIA

AWAS ! !
.
LINDUNGI ISTRI DAN PUTRI-PUTRI ANDA DARI GERMO PERSIA
.
Anda penasaran mengapa banyak orang, terutama dari kalangan hidung belang, untuk masuk ke agama syi’ah ?
.
Marketer syi’ah menggunakan dan memelet mereka dengan iming-iming surga dengan cara mengumbar nafsu kepada wanita seluas-luasnya.
.
Simak contoh riwayat-riwayat palsu karya mereka yang mereka ajarkan kepada para hidung belang berikut ini,
.
Pemeluk agama Syi’ah
merekayasa riwayat palsu dari Ja’far As-Shadiq berikut :
.
ليس منا من لم يؤمن بكرتنا ولم يستحل متعتنا
.
“Tidak termasuk golongan kita siapa saja yang tidak beriman kepada raj’ah (kebangkitan kita) dan menghalalkan pernikahan mut’ah kita.”
.
Riwayat palsu ini dapat anda temukan di beberapa referensi Syi’ah berikut: Man laa Yahdhuruhu Al Faqih 3/458, karya As Syeikh Shaduq wafat thn 381 H, Al Masa’il As Sarawiyah 30, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn 413 H, At Tafsir As Shafi 1/440, karya Al Muhsin Al Faidh Al Kasyaani wafat thn : 1091 H, & Wasaa’ilus Syi’ah 21/7-8, karya Al Hur Al ‘Amili wafat thn 1104 H.
.
Belum merasa cukup dengan anjuran di atas, marketer agama Syi’ah masih merasa perlu untuk membuat rekayasa riwayat dari Abu Abdillah Ja’far As Shadiq, guna merangsang air liur para hidung belang agar sudi bergabung dengan mereka :
.
ما من رجل تمتع ثم اغتسل إلا خلق الله من كل قطرة تقطر منه سبعين ملكا يستغفرون له إلى يوم القيامة ويلعنون متجنبها إلى أن تقوم الساعة.
.
“Tidaklah ada seorang lelakipun yang menjalankan nikah mut’ah, kemudian ia mandi janabah (seusai menggauli istri mut’ahnya) melainkan Allah akan menciptakan dari tiap tetes air yang menetes dari tubuhnya tujuh puluh malaikat yang akan memohonkan ampunan untuknya hingga hari qiyamat dan akan melaknati orang yang enggan menjalankannya hingga hari qiyamat.”
.
Riwayat ini dapat anda temukan pada referensi Syi’ah berikut: Risalatul Mut’ah hal: 9, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn : 413 H, Wasa’ilus Syi’ah 21/8, karya Al Hur Al ‘Aamili wafat thn 1104 H, & Bihaarul Anwaar 100/307, karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn: 1111 H.
.
Masih belum puas dengan pahala yang demikian besar, Fathullah Al-Kasyaani merekayasa dua hadits dari Nabi berikut :
.
من تمتع مرة كان درجته كدرجة الحسين عليه السلام، ومن تمتع مرتين فدرجته كدرجة الحسن عليه السلام، ومن تمتع ثلاث مرات فدرجته كدرجة علي بن أبي طالب عليه السلام، ومن تمتع أربع مرات فدرجته كدرجتي
.
“Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Husain ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Hasan ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Ali bin Abi Thalib ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah empat kali, maka kedudukannya menyamai kedudukanku”.
.
Saudaraku ! Anda boleh saja bertanya: Bila demikian kedudukan orang yang nikah mut’ah, maka apakah penjahat bengis, pezina ulung, pemabok, pemakan riba dan kejahatan lainnya dapat menggapai kedudukan ini hanya dengan nikah mut’ah ?
.
Bayangkan saudaraku !
.
Lelaki hidung belang dan germo bejat dapat menyamai kedudukan Nabi yang rajin ibadah hingga kaki beliau pecah-pecah. Menurut anda, agama model apakah ini ?
.
من تمتع مرة أمن من سخط الجبار ومن تمتع مرتين حشر مع الأبرار، من تمتع ثلاث مرات زاحمني في الجنان
.
“Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka ia terbebas dari kemurkaan Allah Yang Maha Perkasa. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka ia akan dibangkitkan bersama dengan orang-orang yang berbakti. Dan barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka ia akan berdesakan denganku di dalam surga.”
Kedua riwayat ini dapat anda temui dalam kitab: Manhajus Shaadiqin Fi Ilzamil Mukhalifin 493, karya Maula Fathullah Al Kasyaani wafat thn 997 H.
.
Ini adalah pahala yang bakal diterima oleh lelaki yang menjalankan nikah mut’ah.
.
Saudara ! masihkah anda merasa aman dari mereka ? akankah anda membiarkan mereka mengancam istri dan putri putri anda ?
.
BBG Al-Ilmu
.
✒ Ditulis oleh. Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله تعال
.
.
_______________

MENGAPA SYI’AH SANGAT MENCINTAI DAN MENGAGUNGKAN AL-HUSAIN ?

MENGAPA SYI’AH SANGAT MENCINTAI DAN MENGAGUNGKAN AL-HUSAIN ?
.
Mengapa kaum syi’ah hanya mencintai dan mengagungkan Husein saja, bukan anak Ali yang Lain ?
.
Sebelum menjawab pertanya’an diatas, mari kita lihat daftar anak kandung laki-laki Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, sebagai berikut :
.
1. Hasan bin Ali bin Abi Thalib
2. Husein bin Ali bin Abi Thalib
3. Muhsin bin Ali bin Abi Thalib
4. Abbas bin Ali bin Abi Thalib
5. Hilal bin Ali bin Abi Thalib
6. Abdullah bin Ali bin Abi Thalib
7. Jakfar bin Ali bin Abi Thalib
8. Usman bin Ali bin Abi Thalib
9. Ubaidillah bin Ali bin Abi Thalib
10. Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib
11. Umar bin Ali bin Abi Thalib

Pernahkah Anda melihat bendera atau umbul-umbul Syiah yang bertulisan :
“Wahai Hasan…” atau ﻳﺎ ﺣﺴﻦ ?
.
Kenapa mereka hanya meminta kepada Husein saja, padahal Hasan juga anak kandung Ali bin Abi Thalib yang juga terlahir dari rahim Fatimah binti Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, baik Hasan maupun Husein sama-sama Ahlu Bait.
Pernahkah anda wahai Syiah-syiah non Persia mempertanyakan hal ini ?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ketahuilah informasi berikut ini :
.
Tahukah Anda bahwa 12 imam syiah seluruhnya berasal dari keturunan Husein saja ?
.
Syiah hanya mensakralkan Husein saja, namun tidak mensakralkan Hasan dan tidak juga mensakralkan anak-anak Ali bin Abi Thalib lainnya yang semuanya diridhai Allah.
.
Jawabannya Adalah :
.
Karena Husein menikahi wanita Persia Iran putri raja Yazdegerd yang bernama Shahrbanu atau yang dikenal dengan Syahzinan. Ketika Kekaisaran Persia ditaklukkan dan terbunuhnya Kaisar Yazdegerd maka putri-putrinya ditawan.
Sa’at itu Umar menghadiahkan putri sang Kaisar yang bernama Syahzinan kepada Husein bin Ali bin Abi Thalib dan Husein pun menikahinya.
.
Oleh karena itulah :
.
– Syiah begitu mensakralkan Husein dan para imam Syiah yang terlahir dari rahim Syahzinan berdarah Persia, dan bukan seperti klaim mereka bahwa mereka mencintai keluarga nabi Muhammad yang berasal dari Arab.
.
– Hakikatnya, mereka sangat mencintai Ahlu Bait kaisar yang menjadi moyang 12 imam yang semuanya berasal dari ibu berdarah Persia, mereka sangat fanatis dalam mencintai dan memuja kakek anak-anak Husein sang kaisar Persia, bukan sang Nabi yang berasal dari Arab.
.
– Imam-imam yang mereka sakralkan dan mereka anggap maksum satu level dengan nabi-nabi itu hanyalah imam-imam yang berasal dari keturunan raja Persia Yazdegerd, tidak ada yang berasal dari Arab.
.
– Mereka mencintai Husein dan para imam-imamnya karena mereka meyakini bahwa di dalam darah imam itu mengalir darah Persia keturunan kaisar.
.
– Mereka hanya mencintai Ahlu Bait kaisar raja Persia, bukan Ahlu Bait Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
.
Sumber tulisan diambil dari :
http://www.syiahindones
ia.com/2015/05/mengapa-syiah-hanya-mencintai-huseinsaja-bukan-keturunan-ali-yang-lain.html
.
.
___________________

GHULUWNYA SYI’AH KEPADA AL-HUSAIN

.
GHULUWNYA SYI’AH KEPADA AL-HUSAIN
.
Syi’ah laknatullah, firqoh sesat yang sangat ghuluw memperlakukan al-Husain layaknya Allah Ta’ala.
.
Perhatikan perkata’an Husain al-Idrus, pendeta dan aktifis syi’ah asal Surabaya berikut ini,
.
Sama seperti sehelai kertas ini, dia tidak memiliki nilai dan makna apapun, sehingga seseorang bebas untuk melakukan kertas ini sesuka hatinya, mau dia buang mau dia simpan mau dia lipat dan sebagainya, tetapi ketika diatas kertas ini tertulis nama suci al-Husain, maka kertas ini menjadi bernilai, tidak boleh di letakkan di sembarang tempat, TIDAK BOLEH DI SENTUH KECUALI DALAM KEADA’AN BERWUDLU (suci dari najis), kertas yang tadinya tidak memiliki nilai menjadi bernilai hanya karena bersentuhan dengan nama suci abi abdillah al-Husain ‘alaihissalam, Mu’awiyyah (Sahabat Nabi) ‘alaihi la’ana wal ‘adzaban aliim (semoga atasnya laknat Allah dan adzab yang menghinakan.
.
Itulah perkata’an syirik pendeta syi’ah dan do’a laknatnya kepada Sahabat Nabi yang mulia Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu.
.
Lihat videonya di bawah ini, https://m.youtube.com/watch?list=PLJFd-A5Q0brL6soogvWceZKyWUhFNUk7K&v=gIKYRUCtfBg
.
.
________________

CONTOH TAFSIR SESAT MODEL SYI’AH

CONTOH TAFSIR SESAT MODEL SYI’AH

Sebagaimana yang telah diketahui dengan pasti, golongan manusia yang paling pendusta di muka bumi ini adalah golongan Syiah. Mereka tidak segan dan ragu-ragu untuk berkata dusta demi kepentingan agama mereka dan menutupi kebusukan mereka di mata kaum muslimin. Hampir seluruh bagian syariat Islam tidak selamat dari mulut dusta dan tangan keji mereka.

Bahkan dengan lancang mereka berani mengatakan bahwa Al Qur`an yang beredar di tangan kaum muslimin saat ini adalah tidak lengkap karena sebagiannya telah dihapus oleh para sahabat. Selain itu, mereka juga menafsirkan beberapa ayat Al Qur`an dengan penafsiran yang mereka buat-buat. Berikut ini adalah sebagian contohnya :

1. Surat Al Lahab ayat 1

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.”

Tafsir versi Syiah : Yang dimaksud dengan “dua tangan” Abu Lahab di sini adalah dua pembantu Abu Lahab, yaitu Abu Bakr Ash Shiddiq dan Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhuma.

Tafsir Ahlus Sunnah : Yang dimaksud dengan “dua tangan” Abu Lahab di sini adalah tangan Abu Lahab yang sesungguhnya. Maknanya adalah Abu Lahab mendapatkan kebinasaan dan kerugian akibat permusuhannya terhadap Rasulullah صلى الله عليه وسلم .

2. Surat Az Zumar ayat 65

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”

Tafsir versi Syiah : Makna ayat ini adalah jika kamu mempersekutukan Ali bin Abi Thalib dengan Abu Bakr di dalam perkara khilafah maka seluruh amalanmu akan terhapus dan akan menjadi orang yang merugi, yaitu murtad.

Tafsir Ahlus Sunnah : Makna ayat ini adalah jika kamu mempersekutukan Allah dengan segala sesuatu selain-Nya di dalam masalah peribadatan maka seluruh amalanmu akan terhapus dan akan menjadi orang yang merugi, yaitu murtad.

3. Surat Al Baqarah ayat 67

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً

“Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyembelih seekor sapi betina.”

Tafsir versi Syiah : Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menyembelih Aisyah istri Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم .

Tafsir Ahlus Sunnah: Nabi Musa صلى الله عليه وسلم berkata kepada kaumnya bahwasanya Allah menyuruh mereka untuk menyembelih seekor sapi betina.

4. Surat At Taubah ayat 12

وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لَا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ

“Jika mereka merusak sumpah mereka sesudah mereka berjanji dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya supaya mereka berhenti.”

Tafsir versi Syiah : Yang dimaksud dengan “pemimpin-pemimpin orang kafir” adalah dua orang sahabat nabi yaitu Thalhah bin Ubaidillah dan Az Zubair ibnul ‘Awwam.

Tafsir Ahlus Sunnah : Yang dimaksud dengan “pemimpin-pemimpin orang kafir” adalah tokoh-tokoh kaum musyrikin yang sangat keras permusuhannya terhadap Islam, seperti Abu Jahl, ‘Utbah bin Abi Rabi’ah, Syaibah bin Abi Rabi’ah, Umayyah bin Khalaf, dan orang-orang yang semisal dengan mereka.

5. Surat Ar Rahman ayat 19

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ

“Dia mengalirkan dua lautan yang keduanya kemudian bertemu.”

Tafsir versi Syiah : Yang dimaksud dengan “dua lautan” adalah Ali bin Abi Thalib dan Fathimah binti Muhammad radhiallahu ‘anhuma. Allah mempertemukan (menjodohkan) mereka berdua.

Tafsir Ahlus Sunnah : Yang dimaksud dengan “dua lautan” adalah lautan yang tawar yaitu sungai dan lautan yang asin yaitu laut sebagaimana di dalam surat Al Furqan ayat 53.

6. Surat Ar Rahman ayat 22

يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ

“Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.”

Tafsir versi Syiah : Dari keduanya, yaitu Ali dan Fathimah, lahirlah dua orang putra yang bernama Al Hasan dan Al Husain.

Tafsir Ahlus Sunnah : Dari lautan tawar dan lautan asin terdapat perhiasan berupa mutiara dan marjan, sebagaimana disebutkan di dalam surat Fathir ayat 12.

7. Surat Yasin ayat 12

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauhul Mahfuzh).”

Tafsir versi Syiah : Yang dimaksud dengan (إِمَامٍ مُبِينٍ) adalah Ali bin Abi Thalib. Maknanya Ali mengetahui segala perkara masa lalu, kini, dan yang akan datang, baik yang di langit maupun yang di bumi, karena dia telah diberikan ilmunya oleh Allah. Dengan kata lain, Ali bin Abi Thalib mengetahui segala perkara gaib.

Tafsir Ahlus Sunnah : Yang dimaksud dengan (إِمَامٍ مُبِينٍ) adalah kitab Lauhul Mahfuzh yang di dalamnya tercatat segala perkara masa lalu, kini, dan akan datang hingga hari kiamat tiba.

8. Surat An Naba` ayat 1-3

عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ (1) عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

“Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar yang mereka perselisihkan tentang ini.”

Tafsir versi Syiah : Yang dimaksud dengan “berita yang besar” yang diperselisihkan adalah berita tentang Ali bin Abi Thalib, ada yang memuji dan ada yang membenci, ada yang mencintainya dan ada yang memusuhinya.

Tafsir Ahlus Sunnah : Yang dimaksud dengan “berita yang besar” yang diperselisihkan adalah berita tentang hari kiamat dan hari berbangkit sebagaimana yang diisyaratkan pada ayat ketujuh belas dari surat ini.

9. Surat Al Maidah ayat 55

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

“Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”

Tafsir versi Syiah : Yang dimaksud dengan “orang-orang yang beriman” di dalam ayat tersebut adalah Ali bin Abi Thalib.

Tafsir Ahlus Sunnah : Yang dimaksud dengan “orang-orang yang beriman” di dalam ayat tersebut adalah seluruh kaum mukminin, tidak hanya Ali bin Abi Thalib, sebagaimana yang tersebut di dalam surat Al Baqarah ayat 257 dan surat At Taubah ayat 71.

10. Surat Al Baqarah ayat 157

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Mereka itulah yang mendapat pujian dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.”

Tafsir versi Syiah : Ayat ini turun menerangkan keadaan Ali bin Abi Thalib ketika mendapat musibah dengan meninggalnya paman beliau Hamzah bin Abdil Muththalib di perang Uhud.

Tafsir Ahlus Sunnah : Ayat ini berlaku kepada setiap mukmin yang bersabar dan bertawakkal kepada Allah ketika mendapatkan cobaan dan musibah di dalam hidupnya.

Demikianlah beberapa contoh tafsir menyimpang yang dilakukan oleh kaum Syiah demi mendukung kebatilan agama yang mereka anut saat ini.

والحمد لله رب العالمين

Sumber: Disadur dengan perubahan seperlunya dari kitab Muqaddimah Ushulut Tafsir karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.

http://dakwahquransunnah.blogspot.com/2012/12/contoh-tafsir-sesat-ala-syiah.html?m=1

==========================

NIKAH MUT’AH DALAM AJARAN SYI’AH

NIKAH MUT’AH DALAM AJARAN SYI’AH

Berikut nukilkan beberapa bukti dari kitab Syi’ah yang berisi pelegalan zina terselubung dalam nikah mut’ah dan berbagai bentuk busuk dalam mempraktekkannya.

1. Ruhullah al-Khumaini dalam kitabnya Tahrir al-Wasiilah (تحرير الوسيلة): II/241; dalam masalah ke 11, dia berkata: “Pendapat yang masyhur dan paling kuat, boleh menyetubuhi wanita pada duburnya. Dan sebagai tindakan hati-hati hendaknya ditinggalkan, khususnya ketika istrinya tidak suka.”

Pada masalah ke 12, ia berkata: “Tidak boleh menyetubuhi istri sebelum sempurna 7 tahun, baik nikah abadi atau terputus (mut’ah). Adapun seluruh kegiatan bercumbu seperti membelai dengan syahwat, mengecup, dan memegang paha, itu tidak apa-apa sampai pada anak yang masih di susuan.”

2. Al-Sayyid al-Khui dalam kitabnya Maniyyah al Sa-il (منية السائل) atau lebih dikenal dengan Fatawa al-Khu’i, hal 100, membolehkan mut’ah dengan pembantu, sama saja pembantu yang bertugas mencuci, memasak, bersih-bersih rumah, ataupun pembantu yang bertugas dalam mendidik anak. Tidak dibedakan pembantu yang dibawah tanggungan dia atau orang lain.

3. Muhammad al-Thusi, dalam kitabnya Tahdzib al-Ahkam, pada bab tambahan dalam fiqih Nikah (VII/460), riwayat no. 1843: menyebutkan riwayat yang disandarkan kepada Abu Abdillah, beliau berkata: “Jika seseorang menyetubuhi istrinya di duburnya dan sang (sang istri) dalam kondisi berpuasa, maka puasa tidak batal dan ia tidak wajib mandi.”

4. Al-Thibrisi, dalam kitabnya Mustadrak al-Wasa-il, Kitab al-Nikah, hal. 452, menjelaskan tentang keutamaan dan pahala yang diperoleh orang yang melakukan mut’ah. (Riwayat no. 17257), dia menyandarkan riwayat tersebut kepada imam Al-Baqir: “Jika dia melakukannya (mut’ah) karena Allah ‘Azza wa Jalla dan menyelisihi si fulan, maka tidaklah ia mengucap satu ucapan kecuali Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan untuknya. Jika ia menyetubuhinya, Allah akan mengampuni dosanya. Jika ia mandi, Allah memberi ampunan untuknya sejumlah air yang membasahi kepalanya, yaitu sebanyak rambutnya.”

(No. 17258) dalam riwayat yang disandarkan kepada Imam al-Shadiq, ia berkata: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla mengharamkan setiap minuman yang memabukkan atas Syi’ah (kelompok) kami, dan menggantinya dengan mut’ah.”

(No. 17259) dalam riwayat yang bersumber dari al-Baqir, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ketika aku diisra’kan ke langit, Jibril menemuiku, lalu berkata: ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Sesungguhnya aku telah mengampuni orang-orang yang melakukan nikah mut’ah dari kalangan wanita”.’

5. Muhammad al-Thusi, dalam kitabnya Tahdzib al-Ahkam, pada bab Perincian Hukum-hukum Nikah (VII/256): (no. 1105) menyebutkan riwayat yang bersumber dari Imam al-Ridha: Bahwa beliau membolehkan menikahi wanita Yahudi, Nashrani, bahkan Majusi secara mut’ah.
(No. 1106) riwayat dari Abu Abdillah, ia berkata: “Seorang laki-laki boleh bermut’ah dengan wantia Majusi.” Tetapi bermut’ah dengan wanita mukminah adalah lebih utama.

========