Tag Archives: sahabat

SEBUTAN IMAM ALI ITU DARI SYI’AH

SEBUTAN IMAM ALI ITU DARI SYI’AH
.
Kenapa orang-orang syiah selalu menyebut Ali dan pemimpin-pemimpin syi’ah lainnya dengan sebutan Imam ?
.
Sedangkan mereka tidak pernah menyebut Abu Bakar dengan sebutan Imam Abu Bakar atau Umar dengan sebutan Imam Umar dan Ustman dengan sebutan Imam Ustman ?
.
Dalam buku Tamadun Islam karya Mustafa Haji Daud, di jelaskan makna Imam adalah gelar yang pertama kali di gunakan untuk mengenali pemimpin umat Islam dari segi ibadah khusus (rukun Islam yang lima), politik (pemimpin negara), sosial, kebudaya’an dan segala bidang kehidupan.
.
Gelar ini, pertama kali telah disandang oleh Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Kemudian gelar Imam tersebut di pakai oleh orang-orang syiah untuk di sematkan pada sebutan sayyidina Ali bin Abi Thalib. Sehingga orang-orang Syiah selalu menyebut Ali dengan sebutan Imam Ali.
.
Mereka menolak sebutan Khalifah karena menurut mereka gelar Imam lebih sempurna dan utama ketimbang Khalifah.
.
.
—————

SYAHADAT SYI’AH

SYAHADAT SYI’AH
.
Syahadat yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya adalah dengan mengikrarkan dua kalimat sebagai berikut,
.
اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَاَثْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا رَسٌؤلُ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.
.
Berbeda dengan umat Islam, syi’ah memiliki syahadat dengan tambahan yang mereka buat-buat sendiri.
.
Berikut syahadat mereka,
.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
.
“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah”
.
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
.
”Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”
.
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّ اللهِ
.
”Aku bersaksi bahwa Ali adalah wali Allah”
.
أَبْرَئُ إِلَى اللهِ مِنْ أَبِيْ بَكْرٍ وَ عُمَرَ وَ عُثْمَانَ وَ عَائِشَةَ وَ حَفْصَةَ وَجَمِيْعِ أَعْدَاءِ أَهْلِ بَيْتِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ
.
”Aku berlepas diri kepada Allah dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Hafshah dan seluruh musuh-musuh Ahlu Bait Rasulullah”
.
Silahkan videonya bisa lihat di sini, https://m.youtube.com/watch?list=PLJFd-A5Q0brL6soogvWceZKyWUhFNUk7K&v=29OAU4D4MN0
.
Syahadat syi’ah versi lainnya, yaitu dengan tambahan bersyahadat kepada 12 Imam Syi’ah.
.
1.
.
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا أَمِيْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Ali Amirul Mu`minin adalah wali Allah”
.
أَشْهَدُ أَنَّ فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ حُجَّةُ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Fathimah Az-Zahra adalah Hujjah Allah”
.
2.
.
أَشْهَدُ أَنَّ الْحَسَنَ حُجَّةُ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Al-Hasan adalah Hujjah Allah”
.
3.
.
أَشْهَدُ أَنَّ الْحُسَيْنَ حُجَّةُ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Al-Husein adalah Hujjah Allah”
.
4.
.
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا السَّجَّادَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Ali As-Sajjad adalah Wali Allah”
.
5.
.
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا الْبَاقِرَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Muhammad Al-Baqir adalah Wali Allah”
.
6.
.
أَشْهَدُ أَنَّ جَعْفَرَ الصَّادِقَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Ja’far Ash-Shadiq adalah Wali Allah”
.
7.
.
أَشْهَدُ أَنَّ مُوْسَى الْكَاظِمَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Musa Al-Kazhim Wali Allah”
.
8.
.
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا الرِّضَا وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Ali Ar-Ridha Wali Allah”
.
9.
.
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا الْجَوَادَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Muhammad Al-Jawad Wali Allah”
.
10.
.
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا الْهَادِيَ وَلِيُّ اللهِ
“Aku bersaksi bahwa Ali Al-Hadi Wali Allah”
.
11.
.
أَشْهَدُ أَنَّ الْحَسَنَ الْعَسْكَرِيَّ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Al-Hasan Al-Askari Wali Allah”
.
12.
.
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا الْمَهْدِيَّ حُجَّةُ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Muhammad Al-Mahdi Hujjah Allah”
.
.
http://inilah-bukti-kesesatan-syiah.blogspot.co.id/2012/11/syahadat-versi-syiah.html?m=1
.
.
________________

AL-QUR’AN MENURUT SYI’AH

AL-QUR’AN MENURUT SYI’AH
.
Perlu di ketahui bahwa Al-Qur`an yang di turunkan Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan kitab suci terakhir yang telah Allah Ta’ala jamin kemurniannya dari berbagai macam usaha pengubahan dan penyelewengan.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
.
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (QS. Al-Hijr: 9).
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
.
“Katakanlah, Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur`an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (Q.S Al-Israa`: 88).
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوامَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْكُنْتُمْ صَادِقِين
.
“Atau (patutkah) mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buatnya”. Katakanlah : (Kalau benar yang kalian katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kalian panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar.” (QS. Yuunus: 38).
.
Ayat-ayat di atas menegaskan bahwa tidak akan ada yang akan mampu membuat tandingan yang serupa dengan Al-Qur’an, dan juga ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Ta’ala akan menjaga Al-Qur’an dari tangan orang-orang yang akan merubah-rubahnya.
.
Namun orang-orang Syi’ah Rafidhah dengan beraninya menyatakan bahwa Al-Qur`an yang ada di tangan kaum muslimin ini telah mengalami perubahan dari yang semestinya.
.
Di dalam kitab Ushul Al-Kaafi (yang kedudukannya di sisi mereka seperti Shahih Al-Bukhari di sisi kaum muslimin), karya Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini (2/634), dari Abu Abdillah (Ja’far Ash-Shadiq), ia berkata: “Sesungguhnya Al-Qur`an yang dibawa Jibril kepada Muhammad ada 17.000 ayat.” Kalau demikian 2/3 dari Al-Qur`an telah hilang karena jumlah ayat di dalam Al-Qur`an di sisi kaum muslimin tidak lebih dari 6666 ayat !!!
.
Di dalam juz 1, hal.239-240, dari Abu Abdillah ia berkata: “Sesungguhnya di sisi kami ada mushaf Fathimah, namun mereka tidak tahu apa mushaf Fathimah itu.” Abu Bashir bertanya: “Apa mushaf Fathimah itu ?” Abu Abdillah menjawab : “Sebuah mushaf 3 kali lipat dari apa yang terdapat di dalam mushaf kalian (umat Islam). Demi Allah, tidak ada padanya satu huruf pun dari Al-Qur`an kalian….”
.
Bahkan salah seorang ahli hadits mereka yang bernama Husain bin Muhammad Ath-Thabrisi telah mengumpulkan sekian banyak riwayat dari para imam mereka yang ma’shum (menurut mereka), di dalam kitabnya Fashlul Khithab yang menjelaskan bahwa Al-Qur`an yang ada di tangan kaum muslimin telah mengalami perubahan dan penyimpangan.
.
Ini merupakan suatu bentuk pelecehan terhadap Al-Qur`an sekaligus sebagai penghina’an kepada Allah, bahwa Dia tidak mampu merealisasikan jaminan-Nya untuk menjaga Al-Qur`an.
.
Ini merupakan salah satu misi Yahudi yang berbajukan Syi’ah Rafidhah sebagai bentuk konspirasi jahat mereka untuk merusak dan mengkaburkan referensi utama umat Islam.
.
Pernyata’an kufur mereka ini sama sekali belum pernah dilontarkan sekte-sekte sesat sekalipun seperti Mu’tazilah, Khawarij ataupun Murji`ah.
.
• Beberapa Fakta Pemalsuan dan Penyelewengan Al-Qur`an oleh Syi’ah
.
Ketika mereka tidak mampu membuat kitab yang semisal dengan Al-Qur`an, maka tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali menambah, memalsukan dan menyelewengkan apa yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur`an sesuai dengan hawa nafsu mereka.
.
Perbuatan tercela ini tidaklah beda dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi terhadap kitab suci mereka.
.
Allah Ta’ala berfirman :
.
فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللهِ لِيَشْتَرُوْا بِهِ ثَمَناً قَلِيْلاً فَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْن
.
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu.” (QS. Al-Baqarah: 79).
.
Berikut ini diantara contoh kedusta’an dan penyelewengan mereka terhadap mushaf Al-Qur`an,
.
1. Dalam Surat Al-Baqarah, 257
.
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ …
.
“Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan….”
.
Namun dalam Al-Qur`an palsu mereka,
.
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِوِلاَيَةِ عَلِيّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ …
.
“Dan orang-orang yang kafir terhadap kepemimpinan Ali bin Abi Thalib itu, pelindung-pelindung mereka adalah syaithan….”
.
2. Dalam Surat Al-Lail: 12-13,
.
إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَى(12) وَإِنَّ لَنَا لَلآخِرَةَ وَالأُولَى(13)
.
“Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.”
.
Namun dalam Al-Qur`an palsu mereka,
.
إِنَّ عَلِيًّا لَلْهُدَى(12) وَإِنَّ لَهُ لَلآخِرَةَ وَالأُولَى(13)
.
“Sesungguhnya Ali benar-benar sebuah petunjuk dan kepunya’an dialah akhirat dan dunia.”
.
3. Dalam Surat Al-Insyiraah: 7,
.
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
.
“Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”
.
Sedangkan dalam Al-Qur`an palsu mereka,
.
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصِبْ عَلِيًّا لِلْوِلاَيَةِ
.
“Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai (dari suatu urusan), maka berilah Ali kepemimpinan.”
.
Bahkan sebelum ayat ini ada tambahan,
.
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ بِعَلِيٍّ صِهْرِكَ
.
“Dan Kami angkat penyebutanmu (Muhammad) dengan Ali sang menantumu.”
.
Itulah diantara penyimpangan mereka terhadap Al-Qur’an. Apabila kita telusuri keyakinan atau aqidah bathil ini, ternyata merupakan sebuah kesepakatan yang ada pada mereka. Tidak satupun diantara ulama-ulama mereka yang menyelisihi kesepakatan ini.
.
Sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang ulama mereka yaitu Al-Mufid bin Muhammad An-Nu’man dalam kitab Awai’ilul Maqalaat hal 49.
.
Adapun bila ada sebagian kecil dari ulama syi’ah yang mengatakan tentang tidak adanya perubahan dan penyimpangan dalam Al-Qur`an, maka hal itu hanyalah upaya penyembunyian aqidah kufur mereka di hadapan umat Islam.
.
Maka janganlah sekali-kali seorang muslim mempercayainya. Karena mereka adalah orang-orang yang beragama dengan taqiyyah (kedusta’an). Wallaahu A’lam.
.
Sumber: Buletin Islam Al Ilmu Edisi 28/II/II/1425. Terbitan Yayasan As Salafy Jember.
.
.
_____________

PERSAMA’AN NU DAN SYI’AH MENURUT GUSDUR DAN PARA TOKOH NU

PERSAMA’AN NU DAN SYI’AH MENURUT GUSDUR DAN PARA TOKOH NU
.
Mengapa banyak tokoh NU yang membela syi’ah dan mengapa kebanyakan yang masuk Syi’ah adalah warga NU ?
.
Dan juga mengapa NU dan Syi’ah sama-sama memusuhi dakwah Ahlus Sunnah yang mereka sebut Wahabi ?
.
Besarnya rasa permusuhan orang-orang NU dan Syi’ah kepada dakwah sunnah memang bisa dimaklumi, karena banyaknya persama’an antara NU dan Syi’ah. Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang NU dan Syi’ah sendiri ?
.
Cendekiawan muda NU, Zuhairi Misrawi dalam diskusi bertema “Islam Madani dan Islam Nusantara, Corak Islam Indonesia” yang di selenggarakan oleh Rumah Madani, IJABI (ormas syi’ah), di Kalibata, Kamis (27/11), mengatakan :
.
“Tidak bisa dipungkiri, tradisi NU dan Syiah itu sama, mulai dari maulid, ziarah, shalawatan, tahlilan, semuanya sama. Karenanya tak heran Gus Dur mengatakan, “NU itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah”. Merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menguatkan ukhuwah.
.
Akomodasi NU pada tradisi Syiah menunjukkan sunnatullah. Bahwa sesama Muslim itu harus saling belajar. Yang NU belajar dari Syiah, yang Syiah belajar dari NU. Nilai penting persama’an tradisi ini ya, NU harus sadar, bahwa tradisinya adalah tradisi (yang berasal dari) Syiah. Yang menarik, tradisinya (Syiah) diterima dengan baik oleh Islam Sunni (NU).
.
Itu kan Islami banget, sangat mencerminkan semangat persaudara’an. Jadi melalui kultur itu akan membangun persaudaraan antar Sunni dan Syiah. Kultur itu merupakan sesuatu yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Itu kan dalam tradisi keagama’an kita intinya menjaga kebersama’an dalam masyarakat, gotong-royong dalam hidup. Karena itulah agama punya peran menjaganya. Pungkas Zuhairi.
.
Persama’an NU dan Syi’ah juga di sebutkan oleh salah satu tokoh Nahdlatul Ulama yang pernah menjadi pengurus PBNU, KH. Masdar Farid Mas’udi atau lebih dikenal sebagai Masdar F. Mas’udi dalam acara komunitas Gusdurian pada 7 Februari 2014, sebagaimana dikutip dari Satuislam.org.
.
Menurut KH. Masdar Farid Mas’udi, Suni dan Syiah itu menemui titik temu dalam kalimat syahadat. Ia berpendapat bahwa Sunni dan Syi’ah lebih baik berkawan, bukan melebur menjadi satu. Masdar mengungkapkan bahwa keduanya memiliki persama’an tradisi, seperti tahlilan, maulid, ziarah kubur, shalawatan, tawassul, dan lainnya. Masdar mengafirmasi pernyataan Gus Dur bahwa NU adalah Syi’ah minus Imamah.
.
• TRADISI YANG SAMA-SAMA DI AMALKAN SYI’AH DAN NU
.
Diantara amalan yang sama-sama di amalkan NU dan Syi’ah adalah tradisi tahlilan. Dalam acara tahlilan dimulai dengan baca’an al-Fatihah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan arwah si mati. Amalan ini menjadi tradisi penganut Syiah dari zaman ke zaman. Dalam tahlilan juga dibacakan ayat 33 dari surah al-‘Ahzab yang diyakini oleh golongan Syiah sebagai bukti keturunan Ali dan Fatimah adalah maksum. Tahlilan di sebut juga kenduri arwah. Istilah “kenduri” jelas menunjuk kepada pengaruh Syiah, karena di ambil dari bahasa Persia yaitu “Kanduri”. Di Persia kanduri adalah acara makan-makan untuk memperingati Fatimah Az-Zahro’.
.
.
Sumber tulisan :
.
http://www.ahlulbaitindonesia.or.id/berita/zuhairi-misrawi-kesamaan-tradisi-satukan-nu-syiah/
.
http://m.kompasiana.com/waodezainabzilullah/gusdurian-gelar-dialog-titik-temu-sunni-syi-ah_55299dc66ea834d929552d1c
.
.
______________

KARBALA SETARA DENGAN MAKKAH

KARBALA SETARA DENGAN MAKKAH
.
Karbalā’ (كربلاء) adalah sebuah kota di Irak, jaraknya sekitar 100 km sebelah barat daya Bagdad. Penduduknya berjumlah 572.300 jiwa (2003). Karbala merupakan ibu kota Provinsi Al-Karbala. Kaum Syi’ah menjadikan Karbala sebagai tempat suci.
.
Karbala merupakan salah satu kota terkaya di Irak. Sumber devisanya berasal dari pengunjung yang beribadah dan produk pangan, terutama kurma.
.
Secara administratif, Karbala terbagi menjadi dua distrik, “Karbala Tua”, pusat agama, dan “Karbala Baru”, daerah perumahan di mana terdapat sekolah Islam dan bangunan pemerintah.
.
Di pusat kota tua terdapat Mashad al-Husain, makam Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad. Makam Husain adalah tempat ziarah bagi kaum Syi’ah, terutama pada peraya’an mengenang pertempuran Hari Asyura. Banyak peziarah lansia mengunjungi makam itu semata-mata untuk menunggu ajal, karena makam itu dipercayai sebagai salah satu gerbang menuju surga.
.
Kaum Syi’ah menjadikan Karbala sebagai pusat instruksi dan penyebaran keagamaan.
.
Nama kota bersejarah ini berasal dari akar etnis Assyria, Babilonia atau Persia. Kota ini merupakan makam umat Kristiani sebelum diambil alih oleh Islam.
.
Kemasyhuran Karbala di antara kaum Syiah dikarenakan Pertempuran Karbala pada 10 Oktober 680. Husain dan adiknya Abbas dikubur oleh seseorang dari suku Bani Asad, dan kemudian dikenal dengan nama Mashad al-Husain. Karbala berkembang di sekeliling makam tersebut.
.
Karbala pernah mengalami kerusakan akibat diserang tentara. Makam asli dihancurkan oleh Khalifah Bani Abbasiyah al-Mutawakkil tahun 850 namun dibangun kembali tahun 979 lalu terbakar tahun 1086 sebelum dibangun kembali.
.
Hubungan Karbala dengan tradisi agama kaum Syi’ah menimbulkan kecurigaan di pihak pemerintah Iraq kaum Sunni. Selama pemerintahan Saddam Hussein, perayaan keagamaan Syi’ah dilarang dan banyak kaum Syiah non-Irak yang tidak diizinkan mengunjungi Karbala. Pada 1991, Karbala rusak parah dan banyak orang tewas ketika sebuah pemberontakan oleh kaum Syi’ah setempat ditumpas oleh Saddam.
.
• Kesucian Karbala dimata kaum Syi’ah
.
Dalam pandangan kaum Syi’ah, Karbala kesuciannya setara dengan Makkah,
.
Di dalam kitab referensi utama Syiah seperti Biharul Anwar diriwayatkan, Ja’far berkata : “… Sesungguhnya Allah telah mewahyukan ke Kabah, kalaulah tidak karena tanah Karbala, maka Aku tidak akan mengutamakanmu, dan kalaulah tidak karena orang yang dipeluk oleh bumi Karbala (Husain), maka Aku tidak akan menciptakanmu, dan tidaklah Aku meciptakan rumah yang mana engkau berbangga dengannya, maka tetap dan berdiamlah kamu, dan jadilah kamu sebagai dosa yang rendah, hina, dina, dan tidak congkak dan sombong terhadap bumi Karbala, kalau tidak, pasti Aku telah buang dan lemparkan kamu ke dalam Jahanam”.
.
• Datang ke Karbala Lebih Mulia dari Haji dan Umroh
.
Masih merujuk kitab-kitab referensi utama Syiah, tercantum sebuah riwayat tentang keutamaan ziarah ke tanah Karbala di Irak lebih dari ibadah haji ke Mekah.
.
“Sesungguhnya ziarah (berkunjung) ke kubur Husein sebanding dengan (pahala) haji sebanyak 20 kali. Dan lebih utama dari 20 kali umrah dan 1 kali haji.” (Furu’ al-Kafi, 1: 324).
.
Salah seorang penganut Syiah menyatakan : “Sungguh saya telah menunaikan haji sebanyak 19 kali dan umrah juga 19 kali.” Lalu imam menjawabnya dengan perumpamaan yg mengejek, “Berhajilah sekali lagi dan umrahlah sekali juga, maka akan dicatatkan untukmu (pahala yang sama) dengan berziarah ke kubur Husein ‘alaihissalam”. (Biharul Anwar, 38: 101).
.
Perdana mentri Irak, penganut Syiah 12 Imam, menyatakan bahwa tanah Karbala lebih berkah untuk menjadi kiblat umat Islam dunia. Ia beralasan, karena di Karbala terdapat Husein radhiallahu ‘anhu. Dan ia akan berusaha mewujudkan hal
itu.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
.
Sumber tulisan :
.
http://kisahmuslim.com/kejahatan-syiah-di-tanah-haram-dalam-kurun-sejarah/
.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Karbala
.
.
___________________

TERBONGKARNYA TAQIYAH HABIB SYI’AH

TERBONGKARNYA TAQIYAH HABIB SYI’AH
.
Terbongkarnya taqiyah Habib Syi’ah yang sedang menyamar atau berpura-pura sebagai Ahlussunnah, bermula dari ditemukannya surat rahasia Habib Hussein al-Habsyi (pendiri YAPI) yang ditujukan kepada seseorang di Iran pada tahun 1993.
.
Pihak YAPI tentu saja kaget dengan terpublikasinya surat kepada seorang Syi’ah Iran itu. Sebab, surat itu berisi pernyataan Habib Hussein al-Habsyi, bahwa ia membuat kedok menyembunyikan ke-Syi’ah-annya sebagai setrategi dakwah. Padahal sebelumnya ia dikenal sebagai ulama’ Sunni yang masyhur di kota Bangil.
.
Bagaimana isi suratnya ?
.
Berikut ini sebagian isi terjemahan surat yang ditulis berbahasa Arab tersebut : “Saya ucapkan terima kasih kepada tuan atas usulan yang benar terhadap saya dan sudah lama menjadi pemikiran saya. Yaitu sejak kemenangan Imam atas Syi’ah. Walaupun saya tangguhkan hal itu, namun saya tidak ragu sedikitpun tentang kebenaran Ahlul Bait dan bukan karena takut kepada orang-orang atau jika saya tinggalkan taqiyah maka bukan supaya dipuji orang-orang. Sama sekali tidak ! Akan tetapi saya sekarang mempertimbangkan situasi disekitar saya. Fanatisme Sunni secara umum masih kuat. Untuk mendekatkan mereka (kaum Sunni), saya ingin nampak dengan membuka kedok, kemudian membela serangan ulama mereka yang Nawasib (anti Syi’ah) mereka akan mengatakan : Syi’i membela Syi’ah. Saya telah berhasil merangkul sejumlah ulama mereka yang lumayan banyaknya, sehingga mereka memahami juta’an madzhab Ahlul Bait atas lainnya. Saya anggap ini sebagai kemajuan dalam langkah-langkah perjuangan kita”.
.
Itulah diantara isi surat Habib Syi’ah yang terbongkar topengnya sehingga akhirnya diketahui sosok sebenarnya.
.
Majalah AULA (majalah milik Nahdlatul Ulama) pada edisi November 1993 pernah menurunkan berita tentang Syi’ah Bangil dan memuat terjemahan surat itu.
.
Surat ini juga sempat menjadi berita heboh di Pasuruan. Sebab selama ini, Habib Hussein al-Habsyi dikenal masyarakat Pasuruan yang mayoritas Sunni sebagai ulama dari kalangan habaib yang mumpuni. Sebelum itu, pengajiannya di Masjid Agung Bangil dipenuhi jama’ah yang menganut Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
.
Terungkapnya surat rahasia tersebut membuat masyarakat Bangil berbelok arah. Banyak para asatidz dan santri kemudian keluar dari pesantren YAPI. Sejak itu konflik dalam skala kecil sering terjadi di kota Bangil dan sekitarnya. Hingga pada tahun 2007 masyarakat Bangil dan sekitarnya melakukan demo besar setelah shalat Jum’at untuk menolak paham Syi’ah.
.
Menurut pengakuan seorang warga Bangil, penganut Syi’ah bahkan sudah tidak segan lagi melakukan aktifitas dan pengajian dengan isi doktrin Syi’ah.
.
.
http://www.gensyiah.com/2016-babak-baru-konflik-sunnah-syiah-di-bangil.html
.
.
_____________

IMAMAH DALAM AQIDAH SYI’AH

IMAMAH DALAM AQIDAH SYI’AH
.
Keimaman dalam agama Syiah adalah prinsip yang paling utama. Seluruh keyakinan dan seluruh riwayat mereka kembali kepada masalah keimamahan ini.
.
Masalah imamah (kepemimpinan) inilah yang menjadi inti ajaran dan asal muasal lahirnya pemikiran Syiah yang dibawa oleh Abdullah bin Saba’.
.
Kitab-kitab Syiah mengakui bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang yang pertama memopulerkan keyakinan wajibnya meyakini kepemimpinan (keimamahan) Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, menampakkan sikap berlepas diri dari musuh-musuhnya, dan menyingkap para penentangnya, serta mengafirkan mereka. (Rijal al-Kisysyi, hlm.108—109, al- Maqalat wal Firaq, hlm. 20 karya an Nubakhti, Ushul Madzhab asy-Syiah, hlm. 654).
.
Itu pula yang ditetapkan oleh Ahlus Sunnah, sebagaimana yang disebutkan oleh asy-Syahrastani dalam al-Milal wa an-Nihal bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang pertama yang memunculkan pendapat tentang keimamahan Ali radhiyallahu ‘anhu. (al-Milal wa an-Nihal,1/174).
.
Menurut kaum Syiah, pengangkatan imam adalah janji yang telah ditetapkan Allah Subhanahu wata’ala kepada mereka satu per satu.
.
Dalam kitab al-Kafi disebutkan sebuah bab dengan judul “Imamah Adalah Janji dari Allah Subhanahu wata’ala yang Telah Ditetapkan dari Seseorang kepada yang Lain”. Ada juga bab “Nash yang Disebutkan Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya Terhadap Para Imam Satu Persatu”. (al-Kafi, 1/227 dan 1/286).
.
Salah seorang tokoh rujukan Syiah, Muhammad Husain Alu Kasyifil Ghitha, berkata, “Imamah adalah kedudukan ilahiah seperti halnya kenabian. Sebagaimana halnya Allah Subhanahu wata’ala memilih siapa yang Dia kehendaki dari para hamba-Nya menjadi nabi dan rasul, lalu menguatkannya dengan mukjizat sebagai pembuktian nash dari Allah Subhanahu wata’ala…, demikian pula Dia memilih siapa yang dikehendaki-Nya menjadi imam dan memerintah Nabi-Nya untuk menyebutkannya secara tegas, dan mengangkatnya sebagai pemimpin bagi umat manusia setelahnya.” (Ashlus Syiah wa Ushuluha, hlm. 58, Ushul Madzhab asy-Syiah, hlm. 655).
.
• Kedudukan Imamah dalam Agama Syiah
.
Di dalam agama Syiah, kedudukan imamah jauh lebih mulia dari kedudukan seorang nabi utusan Allah Subhanahu wata’ala. Inilah yang dijelaskan oleh para tokoh Syiah.
.
Ni’matullah al-Jazairi berkata, “Keimamahan yang bersifat umum yang merupakan kedudukan di atas tingkatan kenabian dan kerasulan”. (Zahrur Rabi’, hlm. 12).
.
Hadi at-Taharani berkata, “Keimaman lebih agung daripada kenabian. Sebab, keimamahan adalah kedudukan ketiga yang Allah Subhanahu wata’ala memuliakan Ibrahim dengannya setelah kedudukan nabi dan khalil.” (Wadayi’ an-Nubuwah, hlm. 114).
.
Ia juga mengatakan, “Sesungguhnya yang paling agung dalam agama yang Allah Subhanahu wata’ala mengutus Nabi-Nya ini adalah masalah imamah.” (Wadayi’ an-Nubuwah, hlm. 115).
.
Al-Kulaini meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Ja’far, ia berkata, “Islam dibangun di atas lima hal: shalat, zakat, puasa, haji, dan keimaman (kepemimpinan). Tidak ada sesuatu yang lebih penting untuk didakwahkan selain kepemimpinan. Namun, manusia mengambil yang empat dan meninggalkan yang satu ini.” (Ushul al-Kafi, 2/18).
.
Perhatikanlah riwayat yang mereka sebutkan di atas… Mereka menjadikan masalah imamah sebagai pengganti dua kalimat syahadat !! Di samping itu, menjadikannya sebagai rukun Islam yang terpenting. Adakah kesesatan yang melebihi kesesatan mereka ini ?
.
• Berapa Jumlah Imam ?
.
Kaum Syiah berselisih pendapat dalam menyebutkan jumlah imam mereka. Disebutkan dalam Mukhtashar at-Tuhfah, “Ketahuilah bahwa Imamiyah berpendapat bahwa jumlah imam itu terbatas, namun mereka berselisih tentang jumlahnya. Sebagian mengatakan lima, sebagian lagi mengatakan tujuh, sebagian lagi mengatakan delapan, sebagian lagi mengatakan dua belas, dan sebagian mengatakan tiga belas.” (Mukhtashar Tuhfah, hlm.193, Ushul Madzhab asy- Syiah, hlm. 666).
.
Kemudian terjadi kesepakatan bahwa jumlah imam terbatas menjadi dua belas, setelah meninggalnya al-Hasan al-Askari yang dianggap sebagai imam kesebelas.
.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tidak ada seorang pun dari keturunan keluarga Nabi dari bani Hasyim, baik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, Umar, Utsman, maupun Ali yang berpendapat bahwa imam itu berjumlah dua belas.” (Minhajus Sunnah, 2/111).
.
Beliau juga berkata, “Sebelum wafatnya al-Hasan (yakni al-Hasan bin Ali al-‘Askari yang dianggap sebagai imam kesebelas kaum Syiah), tidak seorang pun yang berpendapat imam muntazhar sebagai imam mereka yang kedua belas. Tidak ada seorang pun di zaman Ali dan zaman bani Umayyah yang menetapkan jumlah imam dua belas.” (Minhajus Sunnah, 4/209).
.
Dua belas imam yang ditetapkan oleh kaum Syiah Imamiyah adalah :
.
1. Ali bin Abi Thalib, Abul Hasan al-Murtadha
2. Al-Hasan bin Ali, Abu Muhammad az-Zaki
3. Al-Husain bin Ali, Abu Abdillah asy-Syahid
4. Ali bin al-Husain Abu Muhammad, Zainul Abidin
5. Muhammad bin Ali Abu Ja’far al-Baqir
6. Ja’far bin Muhammad, Abu Abdillah ash-Shadiq
7. Musa bin Ja’far Abu Ibrahim al-Kazhim
8. Ali bin Musa Abul Hasan ar-Ridha
9. Muhammad bin Ali, Abu Ja’far al-Jawad
10. Ali bin Muhammad Abul Hasan al-Hadi
11. Al-Hasan bin Ali, Abu Muhammad al-Askari
12. Muhammad bin al-Hasan Abul Qasim al-Mahdi
.
Namun, disebutkan dalam kitab yang paling pertama yang tampak dari kalangan Syiah, yaitu kitab Salim bin Qais, dia justru menetapkan bahwa jumlah imam itu ada tiga belas. Bahkan, dalam sebagian riwayat kaum Syiah, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu tidak masuk dalam daftar sebagai imam yang berjumlah dua belas. Dalam kitab yang paling sahih menurut versi Syiah, terdapat riwayat yang menerangkan bahwa imam mereka berjumlah tiga belas.
.
Al-Kulaini meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Ja’far, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya aku dan dua belas imam dari keturunanku. Adapun engkau, wahai Ali, adalah kancingnya bumi, yaitu sebagai pancang dan bukitnya. Dengan kami, Allah Subhanahu wata’ala mengokohkan bumi agar tidak lenyap bersama penghuninya. Jika dua belas dari keturunanku telah pergi, bumi ini akan lenyap beserta penghuninya dan mereka tidak memerhatikannya”. (Ushul al-Kafi, 1/534).
.
Demikian pula yang diriwayatkan dari Abu Ja’far, dari Jabir, ia berkata, “Aku masuk bertemu Fatimah. Di hadapannya ada lempengan yang di dalamnya bertuliskan nama-nama (imam) yang diberi wasiat dari keturunannya. Fatimah menghitungnya berjumlah dua belas. Yang terakhir adalah al-Qaim. Tiga di antara mereka bernama Muhammad, dan tiga di antara mereka bernama Ali.” (Ushul al-Kafi, 1/532).
.
Lihatlah, riwayat ini menyebutkan bahwa imam dua belas itu berasal dari keturunan Fatimah. Jadi, Ali bin Abi Thalib tidak termasuk dari kalangan imam mereka karena beliau adalah suami Fatimah, bukan anaknya.
.
Adanya perselisihan penentuan jumlah imam, menunjukkan bahwa pembatasan dua belas imam tersebut sama sekali tidak dibangun di atas landasan yang jelas dari kitabullah atau sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu bagaimana bisa hal ini dianggap sebagai bagian rukun Islam, bahkan menggantikan posisi dua kalimat syahadat ?
.
.
http://asysyariah.com/kajian-utama-syiah-dan-imamah/
.
.
___________________