Tag Archives: ulama

SEBUTAN IMAM ALI ITU DARI SYI’AH

SEBUTAN IMAM ALI ITU DARI SYI’AH
.
Kenapa orang-orang syiah selalu menyebut Ali dan pemimpin-pemimpin syi’ah lainnya dengan sebutan Imam ?
.
Sedangkan mereka tidak pernah menyebut Abu Bakar dengan sebutan Imam Abu Bakar atau Umar dengan sebutan Imam Umar dan Ustman dengan sebutan Imam Ustman ?
.
Dalam buku Tamadun Islam karya Mustafa Haji Daud, di jelaskan makna Imam adalah gelar yang pertama kali di gunakan untuk mengenali pemimpin umat Islam dari segi ibadah khusus (rukun Islam yang lima), politik (pemimpin negara), sosial, kebudaya’an dan segala bidang kehidupan.
.
Gelar ini, pertama kali telah disandang oleh Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Kemudian gelar Imam tersebut di pakai oleh orang-orang syiah untuk di sematkan pada sebutan sayyidina Ali bin Abi Thalib. Sehingga orang-orang Syiah selalu menyebut Ali dengan sebutan Imam Ali.
.
Mereka menolak sebutan Khalifah karena menurut mereka gelar Imam lebih sempurna dan utama ketimbang Khalifah.
.
.
—————

Advertisements

SYAHADAT SYI’AH

SYAHADAT SYI’AH
.
Syahadat yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya adalah dengan mengikrarkan dua kalimat sebagai berikut,
.
اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَاَثْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا رَسٌؤلُ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.
.
Berbeda dengan umat Islam, syi’ah memiliki syahadat dengan tambahan yang mereka buat-buat sendiri.
.
Berikut syahadat mereka,
.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
.
“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah”
.
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
.
”Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”
.
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّ اللهِ
.
”Aku bersaksi bahwa Ali adalah wali Allah”
.
أَبْرَئُ إِلَى اللهِ مِنْ أَبِيْ بَكْرٍ وَ عُمَرَ وَ عُثْمَانَ وَ عَائِشَةَ وَ حَفْصَةَ وَجَمِيْعِ أَعْدَاءِ أَهْلِ بَيْتِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ
.
”Aku berlepas diri kepada Allah dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Hafshah dan seluruh musuh-musuh Ahlu Bait Rasulullah”
.
Silahkan videonya bisa lihat di sini, https://m.youtube.com/watch?list=PLJFd-A5Q0brL6soogvWceZKyWUhFNUk7K&v=29OAU4D4MN0
.
Syahadat syi’ah versi lainnya, yaitu dengan tambahan bersyahadat kepada 12 Imam Syi’ah.
.
1.
.
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا أَمِيْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Ali Amirul Mu`minin adalah wali Allah”
.
أَشْهَدُ أَنَّ فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ حُجَّةُ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Fathimah Az-Zahra adalah Hujjah Allah”
.
2.
.
أَشْهَدُ أَنَّ الْحَسَنَ حُجَّةُ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Al-Hasan adalah Hujjah Allah”
.
3.
.
أَشْهَدُ أَنَّ الْحُسَيْنَ حُجَّةُ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Al-Husein adalah Hujjah Allah”
.
4.
.
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا السَّجَّادَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Ali As-Sajjad adalah Wali Allah”
.
5.
.
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا الْبَاقِرَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Muhammad Al-Baqir adalah Wali Allah”
.
6.
.
أَشْهَدُ أَنَّ جَعْفَرَ الصَّادِقَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Ja’far Ash-Shadiq adalah Wali Allah”
.
7.
.
أَشْهَدُ أَنَّ مُوْسَى الْكَاظِمَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Musa Al-Kazhim Wali Allah”
.
8.
.
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا الرِّضَا وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Ali Ar-Ridha Wali Allah”
.
9.
.
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا الْجَوَادَ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Muhammad Al-Jawad Wali Allah”
.
10.
.
أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا الْهَادِيَ وَلِيُّ اللهِ
“Aku bersaksi bahwa Ali Al-Hadi Wali Allah”
.
11.
.
أَشْهَدُ أَنَّ الْحَسَنَ الْعَسْكَرِيَّ وَلِيُّ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Al-Hasan Al-Askari Wali Allah”
.
12.
.
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا الْمَهْدِيَّ حُجَّةُ اللهِ
.
“Aku bersaksi bahwa Muhammad Al-Mahdi Hujjah Allah”
.
.
http://inilah-bukti-kesesatan-syiah.blogspot.co.id/2012/11/syahadat-versi-syiah.html?m=1
.
.
________________

PERSAMA’AN NU DAN SYI’AH MENURUT GUSDUR DAN PARA TOKOH NU

PERSAMA’AN NU DAN SYI’AH MENURUT GUSDUR DAN PARA TOKOH NU
.
Mengapa banyak tokoh NU yang membela syi’ah dan mengapa kebanyakan yang masuk Syi’ah adalah warga NU ?
.
Dan juga mengapa NU dan Syi’ah sama-sama memusuhi dakwah Ahlus Sunnah yang mereka sebut Wahabi ?
.
Besarnya rasa permusuhan orang-orang NU dan Syi’ah kepada dakwah sunnah memang bisa dimaklumi, karena banyaknya persama’an antara NU dan Syi’ah. Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang NU dan Syi’ah sendiri ?
.
Cendekiawan muda NU, Zuhairi Misrawi dalam diskusi bertema “Islam Madani dan Islam Nusantara, Corak Islam Indonesia” yang di selenggarakan oleh Rumah Madani, IJABI (ormas syi’ah), di Kalibata, Kamis (27/11), mengatakan :
.
“Tidak bisa dipungkiri, tradisi NU dan Syiah itu sama, mulai dari maulid, ziarah, shalawatan, tahlilan, semuanya sama. Karenanya tak heran Gus Dur mengatakan, “NU itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah”. Merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menguatkan ukhuwah.
.
Akomodasi NU pada tradisi Syiah menunjukkan sunnatullah. Bahwa sesama Muslim itu harus saling belajar. Yang NU belajar dari Syiah, yang Syiah belajar dari NU. Nilai penting persama’an tradisi ini ya, NU harus sadar, bahwa tradisinya adalah tradisi (yang berasal dari) Syiah. Yang menarik, tradisinya (Syiah) diterima dengan baik oleh Islam Sunni (NU).
.
Itu kan Islami banget, sangat mencerminkan semangat persaudara’an. Jadi melalui kultur itu akan membangun persaudaraan antar Sunni dan Syiah. Kultur itu merupakan sesuatu yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Itu kan dalam tradisi keagama’an kita intinya menjaga kebersama’an dalam masyarakat, gotong-royong dalam hidup. Karena itulah agama punya peran menjaganya. Pungkas Zuhairi.
.
Persama’an NU dan Syi’ah juga di sebutkan oleh salah satu tokoh Nahdlatul Ulama yang pernah menjadi pengurus PBNU, KH. Masdar Farid Mas’udi atau lebih dikenal sebagai Masdar F. Mas’udi dalam acara komunitas Gusdurian pada 7 Februari 2014, sebagaimana dikutip dari Satuislam.org.
.
Menurut KH. Masdar Farid Mas’udi, Suni dan Syiah itu menemui titik temu dalam kalimat syahadat. Ia berpendapat bahwa Sunni dan Syi’ah lebih baik berkawan, bukan melebur menjadi satu. Masdar mengungkapkan bahwa keduanya memiliki persama’an tradisi, seperti tahlilan, maulid, ziarah kubur, shalawatan, tawassul, dan lainnya. Masdar mengafirmasi pernyataan Gus Dur bahwa NU adalah Syi’ah minus Imamah.
.
• TRADISI YANG SAMA-SAMA DI AMALKAN SYI’AH DAN NU
.
Diantara amalan yang sama-sama di amalkan NU dan Syi’ah adalah tradisi tahlilan. Dalam acara tahlilan dimulai dengan baca’an al-Fatihah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan arwah si mati. Amalan ini menjadi tradisi penganut Syiah dari zaman ke zaman. Dalam tahlilan juga dibacakan ayat 33 dari surah al-‘Ahzab yang diyakini oleh golongan Syiah sebagai bukti keturunan Ali dan Fatimah adalah maksum. Tahlilan di sebut juga kenduri arwah. Istilah “kenduri” jelas menunjuk kepada pengaruh Syiah, karena di ambil dari bahasa Persia yaitu “Kanduri”. Di Persia kanduri adalah acara makan-makan untuk memperingati Fatimah Az-Zahro’.
.
.
Sumber tulisan :
.
http://www.ahlulbaitindonesia.or.id/berita/zuhairi-misrawi-kesamaan-tradisi-satukan-nu-syiah/
.
http://m.kompasiana.com/waodezainabzilullah/gusdurian-gelar-dialog-titik-temu-sunni-syi-ah_55299dc66ea834d929552d1c
.
.
______________

IMAMAH DALAM AQIDAH SYI’AH

IMAMAH DALAM AQIDAH SYI’AH
.
Keimaman dalam agama Syiah adalah prinsip yang paling utama. Seluruh keyakinan dan seluruh riwayat mereka kembali kepada masalah keimamahan ini.
.
Masalah imamah (kepemimpinan) inilah yang menjadi inti ajaran dan asal muasal lahirnya pemikiran Syiah yang dibawa oleh Abdullah bin Saba’.
.
Kitab-kitab Syiah mengakui bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang yang pertama memopulerkan keyakinan wajibnya meyakini kepemimpinan (keimamahan) Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, menampakkan sikap berlepas diri dari musuh-musuhnya, dan menyingkap para penentangnya, serta mengafirkan mereka. (Rijal al-Kisysyi, hlm.108—109, al- Maqalat wal Firaq, hlm. 20 karya an Nubakhti, Ushul Madzhab asy-Syiah, hlm. 654).
.
Itu pula yang ditetapkan oleh Ahlus Sunnah, sebagaimana yang disebutkan oleh asy-Syahrastani dalam al-Milal wa an-Nihal bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang pertama yang memunculkan pendapat tentang keimamahan Ali radhiyallahu ‘anhu. (al-Milal wa an-Nihal,1/174).
.
Menurut kaum Syiah, pengangkatan imam adalah janji yang telah ditetapkan Allah Subhanahu wata’ala kepada mereka satu per satu.
.
Dalam kitab al-Kafi disebutkan sebuah bab dengan judul “Imamah Adalah Janji dari Allah Subhanahu wata’ala yang Telah Ditetapkan dari Seseorang kepada yang Lain”. Ada juga bab “Nash yang Disebutkan Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya Terhadap Para Imam Satu Persatu”. (al-Kafi, 1/227 dan 1/286).
.
Salah seorang tokoh rujukan Syiah, Muhammad Husain Alu Kasyifil Ghitha, berkata, “Imamah adalah kedudukan ilahiah seperti halnya kenabian. Sebagaimana halnya Allah Subhanahu wata’ala memilih siapa yang Dia kehendaki dari para hamba-Nya menjadi nabi dan rasul, lalu menguatkannya dengan mukjizat sebagai pembuktian nash dari Allah Subhanahu wata’ala…, demikian pula Dia memilih siapa yang dikehendaki-Nya menjadi imam dan memerintah Nabi-Nya untuk menyebutkannya secara tegas, dan mengangkatnya sebagai pemimpin bagi umat manusia setelahnya.” (Ashlus Syiah wa Ushuluha, hlm. 58, Ushul Madzhab asy-Syiah, hlm. 655).
.
• Kedudukan Imamah dalam Agama Syiah
.
Di dalam agama Syiah, kedudukan imamah jauh lebih mulia dari kedudukan seorang nabi utusan Allah Subhanahu wata’ala. Inilah yang dijelaskan oleh para tokoh Syiah.
.
Ni’matullah al-Jazairi berkata, “Keimamahan yang bersifat umum yang merupakan kedudukan di atas tingkatan kenabian dan kerasulan”. (Zahrur Rabi’, hlm. 12).
.
Hadi at-Taharani berkata, “Keimaman lebih agung daripada kenabian. Sebab, keimamahan adalah kedudukan ketiga yang Allah Subhanahu wata’ala memuliakan Ibrahim dengannya setelah kedudukan nabi dan khalil.” (Wadayi’ an-Nubuwah, hlm. 114).
.
Ia juga mengatakan, “Sesungguhnya yang paling agung dalam agama yang Allah Subhanahu wata’ala mengutus Nabi-Nya ini adalah masalah imamah.” (Wadayi’ an-Nubuwah, hlm. 115).
.
Al-Kulaini meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Ja’far, ia berkata, “Islam dibangun di atas lima hal: shalat, zakat, puasa, haji, dan keimaman (kepemimpinan). Tidak ada sesuatu yang lebih penting untuk didakwahkan selain kepemimpinan. Namun, manusia mengambil yang empat dan meninggalkan yang satu ini.” (Ushul al-Kafi, 2/18).
.
Perhatikanlah riwayat yang mereka sebutkan di atas… Mereka menjadikan masalah imamah sebagai pengganti dua kalimat syahadat !! Di samping itu, menjadikannya sebagai rukun Islam yang terpenting. Adakah kesesatan yang melebihi kesesatan mereka ini ?
.
• Berapa Jumlah Imam ?
.
Kaum Syiah berselisih pendapat dalam menyebutkan jumlah imam mereka. Disebutkan dalam Mukhtashar at-Tuhfah, “Ketahuilah bahwa Imamiyah berpendapat bahwa jumlah imam itu terbatas, namun mereka berselisih tentang jumlahnya. Sebagian mengatakan lima, sebagian lagi mengatakan tujuh, sebagian lagi mengatakan delapan, sebagian lagi mengatakan dua belas, dan sebagian mengatakan tiga belas.” (Mukhtashar Tuhfah, hlm.193, Ushul Madzhab asy- Syiah, hlm. 666).
.
Kemudian terjadi kesepakatan bahwa jumlah imam terbatas menjadi dua belas, setelah meninggalnya al-Hasan al-Askari yang dianggap sebagai imam kesebelas.
.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tidak ada seorang pun dari keturunan keluarga Nabi dari bani Hasyim, baik di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, Umar, Utsman, maupun Ali yang berpendapat bahwa imam itu berjumlah dua belas.” (Minhajus Sunnah, 2/111).
.
Beliau juga berkata, “Sebelum wafatnya al-Hasan (yakni al-Hasan bin Ali al-‘Askari yang dianggap sebagai imam kesebelas kaum Syiah), tidak seorang pun yang berpendapat imam muntazhar sebagai imam mereka yang kedua belas. Tidak ada seorang pun di zaman Ali dan zaman bani Umayyah yang menetapkan jumlah imam dua belas.” (Minhajus Sunnah, 4/209).
.
Dua belas imam yang ditetapkan oleh kaum Syiah Imamiyah adalah :
.
1. Ali bin Abi Thalib, Abul Hasan al-Murtadha
2. Al-Hasan bin Ali, Abu Muhammad az-Zaki
3. Al-Husain bin Ali, Abu Abdillah asy-Syahid
4. Ali bin al-Husain Abu Muhammad, Zainul Abidin
5. Muhammad bin Ali Abu Ja’far al-Baqir
6. Ja’far bin Muhammad, Abu Abdillah ash-Shadiq
7. Musa bin Ja’far Abu Ibrahim al-Kazhim
8. Ali bin Musa Abul Hasan ar-Ridha
9. Muhammad bin Ali, Abu Ja’far al-Jawad
10. Ali bin Muhammad Abul Hasan al-Hadi
11. Al-Hasan bin Ali, Abu Muhammad al-Askari
12. Muhammad bin al-Hasan Abul Qasim al-Mahdi
.
Namun, disebutkan dalam kitab yang paling pertama yang tampak dari kalangan Syiah, yaitu kitab Salim bin Qais, dia justru menetapkan bahwa jumlah imam itu ada tiga belas. Bahkan, dalam sebagian riwayat kaum Syiah, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu tidak masuk dalam daftar sebagai imam yang berjumlah dua belas. Dalam kitab yang paling sahih menurut versi Syiah, terdapat riwayat yang menerangkan bahwa imam mereka berjumlah tiga belas.
.
Al-Kulaini meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Ja’far, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya aku dan dua belas imam dari keturunanku. Adapun engkau, wahai Ali, adalah kancingnya bumi, yaitu sebagai pancang dan bukitnya. Dengan kami, Allah Subhanahu wata’ala mengokohkan bumi agar tidak lenyap bersama penghuninya. Jika dua belas dari keturunanku telah pergi, bumi ini akan lenyap beserta penghuninya dan mereka tidak memerhatikannya”. (Ushul al-Kafi, 1/534).
.
Demikian pula yang diriwayatkan dari Abu Ja’far, dari Jabir, ia berkata, “Aku masuk bertemu Fatimah. Di hadapannya ada lempengan yang di dalamnya bertuliskan nama-nama (imam) yang diberi wasiat dari keturunannya. Fatimah menghitungnya berjumlah dua belas. Yang terakhir adalah al-Qaim. Tiga di antara mereka bernama Muhammad, dan tiga di antara mereka bernama Ali.” (Ushul al-Kafi, 1/532).
.
Lihatlah, riwayat ini menyebutkan bahwa imam dua belas itu berasal dari keturunan Fatimah. Jadi, Ali bin Abi Thalib tidak termasuk dari kalangan imam mereka karena beliau adalah suami Fatimah, bukan anaknya.
.
Adanya perselisihan penentuan jumlah imam, menunjukkan bahwa pembatasan dua belas imam tersebut sama sekali tidak dibangun di atas landasan yang jelas dari kitabullah atau sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu bagaimana bisa hal ini dianggap sebagai bagian rukun Islam, bahkan menggantikan posisi dua kalimat syahadat ?
.
.
http://asysyariah.com/kajian-utama-syiah-dan-imamah/
.
.
___________________

SYI’AH DALAM PANDANGAN PENDIRI NU KH. HASYIM ASY’ARI

SYI’AH DALAM PANDANGAN PENDIRI NU KH. HASYIM ASY’ARI
.
Belakangan ini ada sebagian dari orang-orang yang di pandang sebagai tokoh masyarakat, sebagiannya pernah menjabat ormas di Indonesia mengeluarkan pernyata’an bahwa syi’ah bukan firqoh sesat. Bahkan mereka memasukkan sekte syi’ah kedalam madzhab yang di akui (legitimate).
.
Berikut pernyata’an mereka,
.
1. Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat) : “Syiah bukan ajaran sesat, baik Sunni maupun Syiah tetap diakui Konferensi Ulama Islam International sebagai bagian dari Islam.” (rakyatmerdekaonline.com).
.
2. Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj (Ketua Umum PBNU) : “Ajaran Syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. Di universitas di dunia manapun tidak ada yang menganggap Syiah sesat.” (tempo.co).
.
3. Prof. Dr. Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah) : “Tidak ada beda Sunni dan Syiah. Dialog merupakan jalan yang paling baik dan tepat, guna mengatasi perbedaan aliran dalam keluarga besar sesama Muslim.” (republika.co.id)
.
4. KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) : “Syiah itu adalah NU plus imamah dan NU itu adalah Syiah minus imamah.”
.
5. Prof. Dr. Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah/Ketua MPR RI ) : “Sunnah dan Syiah adalah madzhab-madzhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam.” (satuislam.wordpress.com).
.
6. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) : “Syiah merupakan bagian dari sejarah Islam dalam perebutan kekuasaan, dari masa sahabat, karenanya akidahnya sama, al-Qurannya dan nabinya juga sama.” (republika.co.id).
.
7. Prof. Dr. Syafi’i Ma’arif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah) : “Kalau Syiah di kalangan madzhab, dianggap sebagai madzhab kelima.” (okezone.com).
.
8. Marzuki Alie (Ketua DPR RI) : “Syiah itu madzhab yang diterima di negara manapun di seluruh dunia, dan tidak ada satupun negara yang menegaskan bahwa Islam Syiah adalah aliran sesat.” (okezone.com).
.
9. KH Nur Iskandar SQ (Ketua Dewan Syuro PPP) : “Kami sangat menghargai kaum Muslimin Syiah.” (inilah.com).
.
10. KH. Alie Yafie (Tokoh dan Ulama NU) : “Dengan tergabungnya Iran yang mayoritas bermadzhab Syiah sebagai negara Islam dalam wadah OKI, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah cukup. Yang jelas, kenyata’annya seluruh dunia Islam, yang tergabung dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam.” (tempointeraktif).
.
Dari pernyata’an-pernyata’an mereka diatas, kita bisa mengetahui ternyata ideologi Syiah sudah mempengaruhi pemikiran dan pandangan kaum cendikiawan Indonesia. Sehingga mereka kompromistis terhadap gerakan syi’ah yang memiliki misi untuk mensyi’ahkan Indonesia. Kita tidak mengetahui apakah mereka yang memiliki pernyata’an diatas apakah orang syi’ah yang menyamar sebagai sunni, atau orang sunni yang tidak faham hakekatnya syi’ah.
.
Apabila tokoh-tokoh masyarakat di atas menyatakan bahwa syi’ah bukan kelompok sesat. Berbeda halnya dengan Ulama besar Indonesia yang juga pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari.
.
SYI’AH DALAM PANDANGAN PENDIRI NU KH. HASYIM ASY’ARI
.
KH. Hasyim Asy’ari adalah orang yang dihormati bagi kalangan Nahdliyyin di Indonesia. Selain sebagai pendiri ormas islam Nahdlatul Ulama, beliau juga seorang ulama yang sangat paham dengan kondisi umat islam di Indonesia.
.
Berikut ini pandangan KH. Hasyim Asy’ari tentang syi’ah,
.
Beliau berkata : “Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti”. (Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, halaman 9).
.
Apa landasannya KH. Hasyim Asy’ari mengatakan demikian ?
.
Landasannya yaitu hadis yang ditulis Ibnu Hajar dalam Al-Shawa’iq al-Muhriqah.
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila telah Nampak fitnah dan bid’ah pencacian terhadap sahabatku, maka bagi orang alim harus menampakkan ilmunya. Apabila orang alim tersebut tidak melakukan hal tersebut (menggunakan ilmu untuk meluruskan golongan yang mencaci sahabat) maka baginya laknat Allah, para malaikat dan laknat seluruh manusia”.
.
Di sini jelaslah bahwa beliau memperingatkan umat islam di Indonesia, terkhususnya Nahdliyyin dari syiah, dikarenakan penyimpangan mereka dalam beberapa hal, diantaranya caci maki dan hujatan mereka terhadap para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan peringatan KH. Hasyim Asy’ari itu nampak jelas dalam Muqaddimah Qanun Asasi halaman 7.
.
Bukan hanya dalam tulisan saja KH. Hasyim Asy’ari memberikan peringatan, yang demikian pun beliau ulangi lagi dalam pidatonya ketika muktamar pertama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Beliau menegaskan bahwa madzhab yang sah adalah empat madzhab tersebut(Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) . Selain itu beliau pun mengingatkan warga NU agar berhati-hati menghadapi perkembangan aliran-aliran di luar madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah tersebut.
.
Lantas, apakah sikap tegas KH. Hasyim ini hanya dalam karya beliau di atas ? Tentu saja tidak. Dalam “Risalah Ahlu al-Sunnah wal Jama’ah” dan “al-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin” dan “al-Tibyan fi Nahyi ‘an Muqatha’ah al-Arham wa al-Aqrab wa al-Akhwan”, KH. Hasyim pun menjawab dengan tuntas cacian Syi’ah dengan mengutip hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang laknat bagi orang yang mencaci sahabatnya.
.
Inilah kitab-kitab yang cukup telak membantah kesesatan syiah. Bahkan, hampir setiap halaman dalam kitab “al-Tibyan” tersebut berisi kutipan-kutipan pendapat para ulama salaf salih tentang keutama’an sahabat dan laknat bagi orang yang mencelanya. Diantara ulama’ yang banyak dikutip adalah Ibnu Hajar al-Asqalani, dan al-Qadli ‘Iyyadl.
.
Itulah pandangan Ulama besar Indonesia tentang kesesatan syi’ah. Seorang Ulama yang peduli terhadap aqidah umat Islam. Umat Islam Indonesia khususnya warga Nahdliyyin semestinya mengikuti peringatan yang di sampaikan KH. Hasyim Asy’ari, sehingga tidak mudah terpedaya oleh tipu muslihat kaum syi’ah dan antek-anteknya.
.
.
Sumber tulisan :
.
http://m.kompasiana.com/post/read/472316/2/pandangan-nu-terhadap-syiah.html
.
http://m.hidayatullah.com/artikel/tsaqafah/read/2011/06/21/2196/nu-dan-pandangannya-terhadap-aliran-syiah.html
.
.
___________

TOKOH NU MERASA GERAH DENGAN KEPUTUSAN WALIKOTA BOGOR YANG MELARANG KEGIATAN SYI’AH

.
TOKOH NU MERASA GERAH DENGAN KEPUTUSAN WALIKOTA BOGOR YANG MELARANG KEGIATAN SYI’AH
.
Ada apa sebenarnya dengan sikap tokoh NU yang merasa gerah dengan keputusan pelarangan kegiatan syi’ah di wilayah kotamadya Bogor yang di keluarkan oleh Walikota Bogor Bima Arya ?
.
Sebagai pemimpin, keputusan Walikota Bogor yang melarang peraya’an asyura yang akan di adakan oleh orang-orang syi’ah sebenarnya sudah tepat. Sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin menjaga stabilitas keamanan umat beragama di wilayahnya.
.
Namun ternyata keputusan yang di keluarkan oleh Walikota Bogor tersebut medapatkan kritikan dari tokoh Nu dan Ormas Ahlul Bait Indonesia (ABI), organisasinya orang-orang syi’ah.
.
Walikota Bogor mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300/1321-Kesbangpol yang berisi larangan terhadap “Perayaan Asyura (Hari Raya Kaum Syiah) di Kota Bogor”, Kamis (22/10) malam.
.
Surat edaran tersebut mengutip Keputusan MUI Kota Bogor tentang faham Syiah dan Surat Pernyataan “Ormas Islam di Kota Bogor” yang menolak segala bentuk kegiatan keagamaan Syiah di Kota Bogor. Surat tersebut tidak merincikan Ormas Islam mana saja yang mendesak aparat pemerintah. Namun hal itu terungkap dalam daftar peserta kehadiran rapat koordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor, yaitu: KH Adam Ibrahim (Ketum MUI Kota Bogor), H. Rahmat E. Sulaeman (Penasihat MUI), H. Hotib Malik (Direktur BAZ Kota Bogor), H. Zaelal Syukri (Ketua FKUB Kota Bogor), Kol. H. Mustaqim (anggota Komisi Pengawasan Aliran Sesat), H. Jejen H (Sekretarus MUI), Ustadz Dhani (KCR/DDII/Komisi 4 MUI), H.Ahmad Iman (Ketua FORKAMI) Ustadz Ari (FORKAMI), Ustadz Nur Sukma (Wakil ketua ANNAS Bogor), Ustadz Abu Ahmad (Komandan Laskar HASMI), dan lainnya. Dari itu dapat disimpulkan bahwa “Ormas Islam” yang dirujuk adalah Forum Komunikasi Muslim Indonesia (FORKAMI), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) dan Harakah Sunniyah Masyarakat Islami (HASMI).
.
• Di kritik oleh tokoh NU dan Ormas syi’ah
.
Surat keputusan yang di kelurkan Walikota Bogor ternyata mendapatkan kritikan dari tokoh Nu Ahmad Sahal.
.
Menurut Wakil Ketua PCI NU Amerika Serikat Akhmad Sahal, Surat yang ditandatangani oleh Walikota Bogor Bima Arya ini adalah suatu kemunduran dalam toleransi umat beragama.
.
Hal tersebut juga disayangkan oleh Ormas Ahlul Bait Indonesia (ABI) yang dalam pernyataan resminya “disayangkan bahwa pelarangan tersebut justru datang dari seorang Walikota Bogor, Bapak Bima Arya, yang naik dengan kampanye pro toleransi”.
.
• Peraya’an asyura di tentang ketua ANNAS Bogor
.
Ketua ANNAS Bogor, Ahmad Iman, menuding bahwa kegiatan peringatan Asyura di Kota Bogor berkemungkinan menimbulkan perpecahan dan keresahan di masyarakat. “Saya menghindari terjadinya perpecahan di masyarakat, saya khawatir ada perpecahan di antara masyarakat, akhirnya saya surati pemerintah, dan Syiah ini jelas dilarang di kota Bogor, pemerintah saja tidak mengakui adanya Syiah,” kata Ahmad Iman. “Kami dari ANNAS bekerja untuk menyadarkan orang bahwa Syiah ini mengancam dan membahayakan NKRI,” lanjutnya.
.
Ali Syahid, tokoh Syiah di kota Bogor mengatakan, penolakan warga bogor yang melarang diadakannya acara keagama’an syi’ah terindikasi dimotori oleh tokoh-tokoh berfaham radikal, seperti ANNAS dan HASMI.
.
• PERSAMA’AN NU DAN SYI’AH MENURUT GUSDUR DAN PARA TOKOH NU
.
Mengapa para petinggi NU merasa gerah dengan keputusan yang melarang kegiatan syi’ah di wilayah kotamadya Bogor yang di keluarkan oleh Walikota Bogor Bima Arya ?
.
Apakah karena banyak persama’an antara NU dengan syi’ah, sehingga para petinggi NU merasa harus membela syi’ah ?
.
Mengapa kebanyakan yang masuk Syi’ah adalah warga NU ?
.
Dan mengapa NU dan Syi’ah sama-sama memusuhi dakwah Ahlus Sunnah yang mereka sebut Wahabi ?
.
Besarnya rasa permusuhan orang-orang NU dan Syi’ah kepada dakwah sunnah memang bisa dimaklumi, karena banyaknya persama’an antara NU dan Syi’ah, sebagaimana yang di katakan tokoh-tokoh NU sendiri.
.
Cendekiawan muda NU, Zuhairi Misrawi dalam diskusi bertema “Islam Madani dan Islam Nusantara, Corak Islam Indonesia” yang di selenggarakan oleh Rumah Madani, IJABI (ormas syi’ah), di Kalibata, Kamis (27/11), mengatakan :
.
“Tidak bisa dipungkiri, tradisi NU dan Syiah itu sama, mulai dari maulid, ziarah, shalawatan, tahlilan, semuanya sama. Karenanya tak heran Gus Dur mengatakan, “NU itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah”. Merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menguatkan ukhuwah.
.
Akomodasi NU pada tradisi Syiah menunjukkan sunnatullah. Bahwa sesama Muslim itu harus saling belajar. Yang NU belajar dari Syiah, yang Syiah belajar dari NU. Nilai penting persama’an tradisi ini ya, NU harus sadar, bahwa tradisinya adalah tradisi (yang berasal dari) Syiah. Yang menarik, tradisinya (Syiah) diterima dengan baik oleh Islam Sunni (NU).
.
Itu kan Islami banget, sangat mencerminkan semangat persaudara’an. Jadi melalui kultur itu akan membangun persaudaraan antar Sunni dan Syiah. Kultur itu merupakan sesuatu yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Itu kan dalam tradisi keagama’an kita intinya menjaga kebersama’an dalam masyarakat, gotong-royong dalam hidup. Karena itulah agama punya peran menjaganya. Pungkas Zuhairi.
.
Persama’an NU dan Syi’ah juga di sebutkan oleh salah satu tokoh Nahdlatul Ulama yang pernah menjadi pengurus PBNU, K. H. Masdar Farid Mas’udi atau lebih dikenal sebagai Masdar F. Mas’udi dalam acara komunitas Gusdurian pada 7 Februari 2014, sebagaimana dikutip dari Satuislam.org.
.
Menurutnya, Suni dan Syiah itu menemui titik temu dalam kalimat syahadat. Ia berpendapat bahwa Sunni dan Syi’ah lebih baik berkawan, bukan melebur menjadi satu. Masdar mengungkapkan bahwa keduanya memiliki persama’an tradisi, seperti tahlilan, maulid, ziarah kubur, shalawatan, tawassul, dan lainnya. Masdar mengafirmasi pernyataan Gus Dur bahwa NU adalah Syi’ah minus Imamah.
.
.
Sumber tulisan :
.
http://www.ahlulbaitindonesia.or.id/berita/zuhairi-misrawi-kesamaan-tradisi-satukan-nu-syiah/
.
http://m.kompasiana.com/waodezainabzilullah/gusdurian-gelar-dialog-titik-temu-sunni-syi-ah_55299dc66ea834d929552d1c
.
http://www.kupasmerdeka.com/2015/10/bima-arya-larang-kegiatan-syiah-akhmad-sahal-nu-ngawur-picik-memalukan/
.
.
—————————

LINDUNGI ISTRI DAN PUTRI-PUTRI ANDA DARI GERMO PERSIA

AWAS ! !
.
LINDUNGI ISTRI DAN PUTRI-PUTRI ANDA DARI GERMO PERSIA
.
Anda penasaran mengapa banyak orang, terutama dari kalangan hidung belang, untuk masuk ke agama syi’ah ?
.
Marketer syi’ah menggunakan dan memelet mereka dengan iming-iming surga dengan cara mengumbar nafsu kepada wanita seluas-luasnya.
.
Simak contoh riwayat-riwayat palsu karya mereka yang mereka ajarkan kepada para hidung belang berikut ini,
.
Pemeluk agama Syi’ah
merekayasa riwayat palsu dari Ja’far As-Shadiq berikut :
.
ليس منا من لم يؤمن بكرتنا ولم يستحل متعتنا
.
“Tidak termasuk golongan kita siapa saja yang tidak beriman kepada raj’ah (kebangkitan kita) dan menghalalkan pernikahan mut’ah kita.”
.
Riwayat palsu ini dapat anda temukan di beberapa referensi Syi’ah berikut: Man laa Yahdhuruhu Al Faqih 3/458, karya As Syeikh Shaduq wafat thn 381 H, Al Masa’il As Sarawiyah 30, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn 413 H, At Tafsir As Shafi 1/440, karya Al Muhsin Al Faidh Al Kasyaani wafat thn : 1091 H, & Wasaa’ilus Syi’ah 21/7-8, karya Al Hur Al ‘Amili wafat thn 1104 H.
.
Belum merasa cukup dengan anjuran di atas, marketer agama Syi’ah masih merasa perlu untuk membuat rekayasa riwayat dari Abu Abdillah Ja’far As Shadiq, guna merangsang air liur para hidung belang agar sudi bergabung dengan mereka :
.
ما من رجل تمتع ثم اغتسل إلا خلق الله من كل قطرة تقطر منه سبعين ملكا يستغفرون له إلى يوم القيامة ويلعنون متجنبها إلى أن تقوم الساعة.
.
“Tidaklah ada seorang lelakipun yang menjalankan nikah mut’ah, kemudian ia mandi janabah (seusai menggauli istri mut’ahnya) melainkan Allah akan menciptakan dari tiap tetes air yang menetes dari tubuhnya tujuh puluh malaikat yang akan memohonkan ampunan untuknya hingga hari qiyamat dan akan melaknati orang yang enggan menjalankannya hingga hari qiyamat.”
.
Riwayat ini dapat anda temukan pada referensi Syi’ah berikut: Risalatul Mut’ah hal: 9, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn : 413 H, Wasa’ilus Syi’ah 21/8, karya Al Hur Al ‘Aamili wafat thn 1104 H, & Bihaarul Anwaar 100/307, karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn: 1111 H.
.
Masih belum puas dengan pahala yang demikian besar, Fathullah Al-Kasyaani merekayasa dua hadits dari Nabi berikut :
.
من تمتع مرة كان درجته كدرجة الحسين عليه السلام، ومن تمتع مرتين فدرجته كدرجة الحسن عليه السلام، ومن تمتع ثلاث مرات فدرجته كدرجة علي بن أبي طالب عليه السلام، ومن تمتع أربع مرات فدرجته كدرجتي
.
“Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Husain ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Hasan ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Ali bin Abi Thalib ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah empat kali, maka kedudukannya menyamai kedudukanku”.
.
Saudaraku ! Anda boleh saja bertanya: Bila demikian kedudukan orang yang nikah mut’ah, maka apakah penjahat bengis, pezina ulung, pemabok, pemakan riba dan kejahatan lainnya dapat menggapai kedudukan ini hanya dengan nikah mut’ah ?
.
Bayangkan saudaraku !
.
Lelaki hidung belang dan germo bejat dapat menyamai kedudukan Nabi yang rajin ibadah hingga kaki beliau pecah-pecah. Menurut anda, agama model apakah ini ?
.
من تمتع مرة أمن من سخط الجبار ومن تمتع مرتين حشر مع الأبرار، من تمتع ثلاث مرات زاحمني في الجنان
.
“Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka ia terbebas dari kemurkaan Allah Yang Maha Perkasa. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka ia akan dibangkitkan bersama dengan orang-orang yang berbakti. Dan barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka ia akan berdesakan denganku di dalam surga.”
Kedua riwayat ini dapat anda temui dalam kitab: Manhajus Shaadiqin Fi Ilzamil Mukhalifin 493, karya Maula Fathullah Al Kasyaani wafat thn 997 H.
.
Ini adalah pahala yang bakal diterima oleh lelaki yang menjalankan nikah mut’ah.
.
Saudara ! masihkah anda merasa aman dari mereka ? akankah anda membiarkan mereka mengancam istri dan putri putri anda ?
.
BBG Al-Ilmu
.
✒ Ditulis oleh. Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله تعال
.
.
_______________